Kejahatan Orang Tua Ketika Tidak Memberikan Gizi untuk Anak

oleh -81 views
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) saat memberikan materi dalam kegiatan rembuk stunting hari kedua di Aula Kantor Bupati Malaka pada hari Jumat (26/06/2020).

MALAKA, suluhdesa.com – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), dalam kegiatan rembuk stunting hari kedua di Aula Kantor Bupati Malaka pada hari Jumat (26/06/2020) mengatakan, mengurus kesehatan adalah urusan wajib pemerintah, yang artinya bahwa pemerintah harus memberikan perhatian khusus dan serius terhadap masalah ini. Ia juga menyampaikan, sejauh ini pemerintah punya tiga tugas dalam mengurus kesehatan, yakni membuat regulasi, menyosialisasikan dan menyediakan anggaran.

“Urusan kesehatan itu adalah urusan wajib pemerintah. Tugas pemerintah adalah membuat regulasi untuk menunjukkan perhatian dalam mengurus kesehatan. Kemudian menggerakkan resources kita untuk memberikan pemahaman. Lalu karena tidak ada sesuatu yang gratis maka harus disiapkan anggaran,” jelas Bupati SBS.

Baca Juga:  Putera Puteri Malaka Menjadi Duta Pangan Dan Putri Terumbu Karang NTT 2019

Bupati SBS juga mengatakan, sektor kesehatan merupakan suatu sektor yang tidak bisa berdiri sendiri. Karena itu kesehatan sangat bergantung pada sektor lain. Untuk itu, perlu keterlibatan aktif semua masyarakat. Jika kesehatan lumpuh, semua sektor lumpuh.

Kesehatan, terutama yang berkaitan dengan gizi untuk tumbuh kembang anak, adalah kebutuhan mendesak, yang tidak dapat ditunda.

Baca Juga:  Desa-Desa di Kecamatan Kobalima Bentuk Posko Covid-19

“Kesalahan dan kejahatan terbesar orang tua dan pemerintah adalah ketika tidak memberikan apa yang dibutuhkan anak-anak saat ini. Karena apa yang dibutuhkan anak saat ini, bukan besok atau seterusnya. Sehingga yang anak-anak butuhkan gizi itu adalah sekarang. Kebutuhan untuk orang tua bisa ditunda, tapi kebutuhan anak-anak tidak bisa kita tunda,” tutup Bupati SBS. (fecos/fecos)