Kami Berharap Presiden Jokowi Lakukan Reshuffle

oleh -115 views
Ketua Dewan Persaudaraan Wilayah Solidaritas Merah Putih Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketut Rudi.

KUPANG, suluhdesa.com – Ketua Dewan Persaudaraan Wilayah Solidaritas Merah Putih Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketut Rudi mendukung penuh langkah Presiden Jokowi yang hendak merombak kabinetnya di tengah situasi Pandemi Covid-19.

“Kita sebagai rakyat dan relawan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh rencana Presiden Jokowi untuk mengganti menteri-menterinya yang tidak bisa bekerja cepat dan tidak bisa mengikuti irama Presiden dalam menghadapi krisis dan wabah Covid-19,” ucap Rudi kepada Media SULUH DESA pada hari Senin (29/06/2020) malam.

Menurut Pria asal Bali ini, pernyataan keras Presiden Jokowi di tengah Sidang Kabinet tanggal 18 Juni 2020 yang lalu bahwa akan mengganti menteri-menterinya yang tidak punya sense of crisis dan bekerja lambat adalah bukti bahwa Presiden Jokowi sangat mengerti persoalan dan merasakan krisis  yang dihadapi 267 juta rakyat Indonesia ini.

Baca Juga:  Hai Pemimpin, Jadikan Ngada Lebih Baik

“Tentunya Presiden Jokowi lebih mengutamakan kondisi kebatinan yang dihadapi 267 juta rakyat dibanding kedudukan beberapa menterinya tidak becus dan tidak bisa bekerja dengan baik. Sebagai pemegang mandat dari 267 juta rakyat Indonesia dan mempunyai hak prerogatif yang diberikan Undang Undang Dasar 1945, sangat wajar jika Jokowi kecewa dan marah karena ketidakbecusan para pembantunya. Dalam hal ini, rakyat akan menagih tanggung jawabnya sebagai Presiden,” kata mantan pilot ini, sambil menambahkan, “rakyat akan menyalahkan Presiden Joko Widodo apabila Pemerintah dan kita semua gagal dalam menghadapi bukan hanya krisis kesehatan tapi juga krisis ekonomi, krisis sosial, hingga krisis politik yang diakibatkan Pandemi Covid-19.”

Baca Juga:  Bandara El Tari Kupang Buka Seleksi Mitra Usaha Komersial

“Kami berharap secepatnya Presiden Jokowi melakukan reshuffle agar terpilih sosok menteri yang tepat dan bisa bekerja extra ordinary dalam menghadapi Covid-19,” tandas Rudi yang juga seorang pencinta alam dan budaya NTT itu.

Kepada Media SULUH DESA, Rudi menjelaskan bahwa, Solmet NTT dibentuk pada tanggal 8 Januari 2018 saat Presiden Jokowi berkunjung ke Kota Kupang. Solmet adalah perkumpulan nasional non Partai Politik, tidak membedakan suku, agama, ras dan antar golongan, serta anti kekerasan.

Baca Juga:  Terima kunjungan Parmusi NTT, Ini Pesan Danrem 161/Wira Sakti

“Solmet ini berjuang dengan kerja nyata dan kampanye positif di masyarakat dan mengawal kebijakan pemerintah yang pro rakyat dengan semangat revolusi mental dan nawacita,” tutup Rudi yang juga seorang Blogger ini. (fwl/viona)