Jika Ada Pabrik Semen, Matim akan Bertumbuh Luar Biasa

oleh -130 views
Gubernur VBL saat tatap muka bersama masyarakat di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampa, Kabupaten Matim, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/06/2020) siang.

POTA, suluhdesa.com – Dalam kunjungan kerja (Kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di daratan Flores khususnya di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ada pernyataan yang menarik. “Kita juga bersyukur dengan pembangunan di Manggarai Timur (Matim), walaupun kita tahu bahwa ada polemik terhadap pembangunan pabrik semen,” tandas Gubernur VBL saat tatap muka bersama masyarakat di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas,  Kabupaten Matim, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/06/2020) siang.

Menurut Gubernur VBL, jika rencana investasi pabrik semen di Matim berjalan dengan baik maka Kabupaten Matim akan mendapatkan Rp 80 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jika semua dapat berjalan dengan baik, Manggarai Timur akan memiliki pertumbuhan yang luar biasa dari pabrik semen. Bupati akan mendapatkan Rp 80 miliar hanya untuk PAD saja belum termasuk tenaga kerja dan lainnya,” ungkap Gubernur VBL, disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga:  247 KK di Desa Lakekun Utara Terima BST dan BLT, Kades: Jangan Judi

Provinsi NTT, sambung Gubernur VBL, masih membutuhkan semen untuk mendukung proses pembangunan dan kebutuhan industri lainnya.

“Saat ini NTT membutuhkan semen 1,1 juta ton per tahun untuk membangun jalan kita. Saya meminta Bupati untuk proses berlanjut sambil kita kawal seluruh Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)nya. Setelah semua dapat dikawal dengan baik, saya mengharapkan agar pabrik semen ini bisa berjalan,” tegas mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI.

Gubernur VBL menghargai perbedaan pandangan yang ada di dalam masyarakat terkait rencana pendirian pabrik semen di Matim.

“Kita semua yang pro dan kontra ikut terlibat menjaga agar amdalnya itu bisa berjalan dengan baik. Setelah semuanya selesai maka saya harapkan pabrik semen ini bisa berjalan. Sebagai gubernur saya sudah bertemu dengan pihak-pihak dan saya sudah pergi lihat masyarakat di sekitar sana. Mereka hidup selama ini dari menjual kayu api. Tapi dengan industri itu masuk dengan tetap menjaga lingkungan hidup dan pembangunan yang inklusif, kita berharap agar pembangunan pabrik semen dapat tetap menjaga lingkungan agar tidak rusak,” pinta Gubernur VBL.

Baca Juga:  Dokter Domi Mere: Cegah Corona Hindari Kerumunan Massa

Dia menambahkan, “Sebelum saya mengeluarkan amdalnya, kita harus hati-hati dan melihat dari berbagai aspek, dari segi ekonomi, lingkungan. Setelah semuanya terpenuhi, maka tentunya pemerintah akan memberikan ijin untuk majunya pabrik itu. Sekarang rebut-ribut ini baru sampai beli tanah. Lalu urus Amdal. Kita periksa lagi bagaimana cara kerjanya. Kalau kerjanya bagus kita tidak boleh melarang. Kalau amdalnya tidak sesuai, ya jangan,” ujar Gubernur sambil menegaskan, “Kalau orang kerja baik kita tidak boleh larang orang atau investor membawa rejeki ke daerah kita.”

Baca Juga:  111 KK di Desa Kateri dan 76 KK di Desa Barada Terima Bantuan Kemensos

Gubernur VBL mengaku, tidak mengenal siapa investor pabrik semen di Matim. “Saya tidak kenal investornya. Tapi siapapun yang mau bikin pabrik semen di NTT, saya mau tanda tangan. Asal ikuti prosedur-prosedur dan menjaga agar pembangunan industri itu tidak merusak lingkungan,” tutup Gubernur VBL. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT/Red)