Di Provinsi Jawa Timur Banyak Tenaga Medis Positif Covid-19

oleh -115 views
Nampak salah satu tenaga kesehatan yang duduk beristirahat usai menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

SURABAYA, suluhdesa.com – Hingga Sabtu (20/06/2020), sekitar 75 tenaga kesehatan terpapar Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jawa Timur, dan diketahui dari tenaga medis tersebut berstatus positif Covid-19. Sebanyak 12 orang diantaranya adalah peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD dr. Soetomo. Data tersebut disampaikan Direktur RSUD dr. Soetomo yakni dr. Joni Wahyuhadi, SpBS.

”Memang karena tugasnya berisiko terpapar, jadi pasti ada yang positif Covid-19,” ujar Joni.

Ia juga menuturkan, sejak Maret RSUD dr. Soetomo rutin melakukan tracking. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah persebaran terjadinya wabah virus tersebut. Hasilnya memang cukup banyak yang positif. Mulai kalangan staf hingga tenaga medis.

Baca Juga:  Antisipasi Covid 19, Pemdes Kakaniuk Bagikan Masker untuk Warganya

”Kondisinya rata-rata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) terkonfirmasi Covid-19,” terangnya.

Joni menambahkan, jika hasil rapid test positif, mereka akan dirawat dan diisolasi. Ada yang diisolasi mandiri di rumah, ada juga yang di rumah sakit.

”Yang ada gejala, kami beri perawatan agar kondisinya membaik,” katanya.

Menurut Joni, peserta PPDS di RSUD dr. Soetomo yang terkonfirmasi Covid-19 dari awal hingga sekarang sekitar 12 dokter. Semakin banyak ditracking, akan lebih banyak lagi yang ditemukan. Penemuan sejak dini itu dilakukan agar bisa mendapatkan penanganan optimal.

Baca Juga:  Cegah Corona, Gubernur NTT Minta Bupati dan Walikota Kupang Kontrol Warganya

”Ya kalau positif, maka diisolasi. Semua juga begitu,” jelasnya.

Tidak semua dokter peserta PPDS tersebut menangani langsung Covid-19. Ada yang bertugas menangani pasien umum. Namun, risiko penularan wabah Covid-19 bisa terjadi dari mana saja. Bisa dari dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit.

”Saat ini kebanyakan gejalanya ringan dan sedang. Semua dapat penanganan,” tambahnya.

Sementara itu, sudah banyak dokter PPDS yang terpapar virus Corona. Saat ini RSUD dr. Soetomo akan terus melakukan tracking internal kepada seluruh pegawai rumah sakit.

”Dokter ini kan risikonya tinggi. Mereka sebenarnya sudah menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap level 3. Justru yang paling banyak terpapar sekarang ini yang tidak merawat langsung pasien. Misalnya, tenaga administrasi,” terangnya.

Baca Juga:  PERMATA KUPANG Rayakan HUT ke 18 Bersama Kelompok Pemulung

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar mengatakan, laporan sejumlah peserta PPDS di RSUD dr. Soetomo terkonfirmasi Covid-19 memang sudah masuk. Saat ini, IDI Surabaya menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) dan RSUD dr. Soetomo melakukan mitigasi perbaikan pelayanan.

”Kami akan melakukan analisis. Mereka yang positif Covid-19 apakah terpapar dari RSUD dr. Soetomo atau lingkungan keluarga atau sosial lainnya,” tutupnya. (Sum/Sum)