Covid-19 Ujian Tuhan, Pemkot Surabaya Diminta Jangan Buka Tempat Karaoke  

oleh -77 views
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri.

SURABAYA, suluhdesa.com – Dalam tatanan masa transisi di era baru (New normal), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya meminta kepada pemerintah kota setempat, agar supaya tidak membuka tempat karaoke, spa dan panti pijat. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri menyebutkan, bahwa di masa pandemi Covid-19 ini merupakan ujian dan peringatan dari Tuhan.

“Secara Teologis, wabah Covid-19 harus dipahami sebagai ujian sekaligus peringatan dari Allah SWT. Ujian diberikan supaya kita bisa bersabar, sedangkan peringatan diberikan supaya kita kembali ke jalan-Nya,” ujar Achmad Muhibbin Zuhri di Surabaya, pada Senin (15/06/2020).

Muhibbin juga mengajak masyarakat untuk bersabar dalam ketaatan, tidak melaksanakan kemaksiatan, dan menerima musibah dengan ridho. Sementara itu, tata kehidupan baru harus dibangun dengan introspeksi dan didasarkan pada tuntunan agama dan nilai moral yang baik. Sehingga, pihaknya memberikan masukan serius kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini supaya dalam transisi menuju tatanan kehidupan di era new normal ini agar tidak mengizinkan pembukaan tempat-tempat yang berbeda menurut kelaziman dan pengetahuan umum.

Baca Juga:  IMO-Indonesia Apresiasi Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid

Selain itu, menurut Muhibbin, Pemkot Surabaya harus melarang dibukanya ruang dan fasilitas penyebab terjadinya kemaksiatan seperti karaoke dewasa menyediakan pemandu lagu, spa dan panti pijat untuk dewasa dengan layanan terapis lawan jenis serta tempat-tempat yang diduga membuka pelayanan hiburan dewasa dengan kedok restoran dan salon. Terhadap tempat-tempat sebagaimana dimaksud, Muhibbin menekankan agar Pemkot Surabaya dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebaiknya tidak mengizinkan pembukaan tempat-tempat tersebut.

Baca Juga:  Cegah Corona, di Dalam Bemo Kota Kupang yang ‘Tasese’ Harus Ada Tenaga Medis

“Sehingga tidak diperlukan penetapan protokol apapun untuk itu,” ujarnya.

Hal ini, dimaksudkan agar Wali Kota Surabaya memimpin penanggulangan penyebaran Covid-19 ini dengan menekankan gerakan spiritual, doa, dan membersihkan kota ini dari kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat selain melaksanakan ikhtiar dzahir seperti yang sudah diupayakan selama ini.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto sebelumnya mengatakan, berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi), pihaknya membuat petunjuk teknis atas Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Saat Pandemi Covid-19, yang di dalamnya mengatur tempat karaoke, spa dan panti pijat.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Pemkab Probolinggo Perpanjang Penutupan Seluruh Destinasi Wisata

Adapun protokol kesehatan tatanan normal baru khusus di tempat karaoke, spa dan panti pijat adalah memastikan seluruh area bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan (disinfeksi) secara berkala setiap 4 jam sekali menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai.

Selain itu, harus memisahkan jalur masuk dan keluar pengunjung atau tamu, mengutamakan pembayaran atau pemesanan secara daring dan mengurangi kapasitas usaha menjadi 50 persen dari keadaan normal sebelumnya. Menyediakan thermo gun di pintu masuk tamu dan melarang masuk tamu yang bersuhu tubuh ≥37,5 °C dan tidak menggunakan masker serta wajib melakukan pemeriksaan kesehatan kepada karyawan secara berkala. (Sum/Tim)