Gubernur NTT Minta TNI Terlibat Dalam Memajukan Ekonomi Rakyat

oleh -189 views
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) usai melakukan tatap muka dengan KPD Komandan Batalyon 743/PSY, Letkol Inf. Wiji Untoro, pada Kamis (11/06/2020).

KUPANG, suluhdesa.com – Bertempat di Ruang Kerjanya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan tatap muka dengan KPD Komandan Batalyon 743/PSY, Letkol Inf. Wiji Untoro, pada Kamis (11/06/2020). Pada kesempatan ini, Gubernur Laiskodat  mengajak seluruh personil yang tergabung dalam Batalyon 743/PSY harus mampu menjadi penggerak, bukan saja dalam sektor pertahanan dan keamanan, tapi juga dalam memajukan dan meningkatkan ekonomi rakyat.

“Prinsip TNI Manunggal Bersama Rakyat harus tetap dijaga, bukan dari sisi keamanan saja, tapi juga dari aspek kesejahteraan ekonomi rakyat,” ungkap VBL.

Agar hal ini dapat berjalan baik, mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini mengharapkan agar Pihak TNI berkolaborasi dengan Pemerintah, khususnya  dengan dinas – dinas kemakmuran seperti Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan. Kalau pihak TNI memiliki lahan kosong misalnya, maka pemerintah akan masuk dengan pelatihan – pelatihan, bantuan bibit, alat pertanian, maupun tenaga pendamping, sehingga lahan kosong itu dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang bermanfaat bagi rakyat. Padi, jagung, sorgum, bawang, semuanya dapat ditanam.

Baca Juga:  Korem 161/Wira Sakti Dukung Gerakan Tanam Sejuta Pohon

“Buatkan programnya. Selama tujuannya untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat, sudah pasti pemerintah akan dukung,” ujar VBL.

Orang nomor satu di NTT ini juga minta agar para personil TNI yang sudah paham mengenai pertanian agar bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat juga boleh mempraktikkan apa yang telah mereka peroleh di lahannya masing – masing.

Masih menurut VBL, “jika ada anggota TNI yang melapor ke atasannya bahwa keamanan di wilayahnya terjaga dengan baik, maka itu hal yang biasa, karena merupakan tugas dan tanggung jawabnya. Tetapi kalau ada yang datang dan melaporkan bahwa keamanan di wilayahnya terjaga dengan baik dan ekonomi rakyat juga naik, maka itu adalah hal yang hebat dan luar biasa.”

Baca Juga:  Kades Palas Jaya-Lampung Berharap Pembagian Insentif Meningkatkan Kinerja Aparat Desa

Di akhir pertemuan ini, Gubernur VBL mengajak para personil TNI untuk ikut terlibat dalam program pemerintah, dimana untuk tahun ini program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) akan dilakukan pada lahan seluas 10 ribu hektar dan yang tersebar di 17 kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Kita akan desain secara baik, sehingga semua kelompok dapat merasakan manfaat dari program ini,” kata VBL.

Sementara itu, KPD Komandan Batalyon 743/PSY, Letkol Inf. Wiji Untoro mengatakan bahwa saat ini Batalyon 743 memiliki lahan seluas 52 hektar, dan yang baru terpakai kurang lebih 26 hektar, sisanya masih kosong.

Baca Juga:  Cegah Pandemik Covid-19, Marius Imbau Masyarakat NTT Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Beberapa lahan kosong di Kabupaten Kupang tepatnya di Desa Naibonat  telah kami manfaatkan untuk menanam padi dan bawang. Ke depan kami juga akan melibatkan masyarakat disekitar lokasi, sehingga ekonomi mereka dapat meningkat. Lahan yang berbatu juga telah kami olah dan berhasil. Hal ini tentunya menepis semua anggapan bahwa lahan berbatu tidak dapat dipakai untuk mengolah pertanian,” tutup Letkol Wiji.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTT, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik dan Pembangunan Immanuel Blegur, dan juga Plt. Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT, Geoge Hadjoh. (Sam Babys/Red)