Yulius Diaz, Ketua IKB Flobamora Bali yang Rendah Hati

oleh -142 views
Ketua Umum IKB FLOBAMORA BALI, Yoseph Yulius Diaz.

SOSOK, suluhdesa.com – Seandainya  foto ini ditayangkan di media sosial tepat pada saat beliau  berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Flores Timur beberapa tahun lalu dipastikan ribuan komentar akan memenuhi kolom komentar. Atau seandainya ditayangkan di saat musim kampanye Pileg 2019 lalu berbagai ragam komentar pun pasti mengalir bagai air bah.

Sudah bisa dipastikan beragam komentar itu ada yang memuji tetapi juga tidak kurang yang nyinyir menyindir dengan kata-kata ” ah, palingan pencitraan saja”. Itulah dunia politik tanah air kita yang  mengekspresikan kebebasan berdemokrasi namun sering di saat yang sama memainkan jurus  menyerang  yang justru tidak menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ah, sudahlah. Lupakan saja hingar bingar politik dengan segala macam intriknya.

Foto ini sungguh sangat menarik. Peristiwanya  tidak pada suasana  politik sehingga kalau ada yang mengatakan “untuk pencitraan” maka dipastikan yang mengatakan sudah tidak waras. Sebab foto ini adalah sebuah peristiwa yang  justru direkam pada saat  bangsa kita sedang dilanda Covid-19 yang membutuhkan aksi nyata dari siapa saja untuk  turut ambil bagian  dalam pelayanan.

Baca Juga:  Mensos Instruksikan Gerakan KPM Pegang KKS Sendiri

Pelayanan menuntut siapa berbuat apa. Terutama di tengah masih ganasnya ancaman Covid-19 dan sejumlah kebijakan mengharuskan semua orang  harus ambil bagian dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 ini. Di rumah saja untuk kita semua dan dirumahkan untuk karyawan memang harus diterima dengan akal sehat demi memutus mata rantai Covid-19 itu .

Di rumah saja untuk kita semua dan dirumahkan untuk karyawan  menimbulkan berbagai dampak sosial. Salah satu dampak krusial adalah kehilangan pekerjaan dan dengan sendirinya kehilangan sumber pendapatan. Kehilangan sumber pendapatan  berkaitan  dengan  perut. Sebab  soal perut tidak bisa di rumah saja atau dirumahkan.

Baca Juga:  Perangi COVID-19, Lembaga Asuransi Syariah Bagikan Hand Sanitizer untuk Masyarakat Probolinggo

Bagi warga diaspora NTT di Bali, kita perlu bersyukur atas kehadiran sebuah paguyuban suka duka yang kita kenal sebagai paguyuban Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Daerah Bali. Di tengah situasi pandemi Covid-19  yang kita sendiri belum tahu sampai kapan berakhir, kehadiran IKB FLOBAMORA menjadi  batu sandaran kita. Kerja keras dan kerja cerdas serta tulus melayani telah ditunjukkan oleh para pengurus IKB FLOBAMORA Bali.

Sosok dalam foto yang saya tampilkan ini tentu sudah dikenal warga diaspora NTT di Bali. Saya mengenal Yoseph Yulius Diaz sejak tahun 2000 atau 20 tahun lalu. Dia seorang aktivis baik di masyarakat maupun gereja. Sebagai Ketua Umum IKB FLOBAMORA BALI, Yusdi telah bekerja optimal dalam hal melayani sesama warga diaspora NTT di Bali ini. Tim kerja yang solid di IKB Flobamora telah memungkinkan ” tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi”. Kerja bersama memungkinkan semua masalah bisa diatasi. Termasuk soal perut  kita di masa Covid-19 dimana terpaksa kita di rumah  saja dan dirumahkan.

Baca Juga:  STIPAS KAK Bagikan Sembako Kepada Mahasiswanya yang Terdampak Covid-19

Pengorbanan Yusdi dan timnya  yang setiap hari memikirkan ” kita harus tetap makan”  adalah pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan mungkin perasaan. Karena itu kita pun harus bisa berimbang  dengan menjadi warga BALI asal NTT atau warga NTT di Bali yang menjadi bagian ikut memecahkan masalah bukan bagian dari menimbulkan masalah. Terima kasih Om Yusdi untuk pelayanan yang tulus dan rendah hati. Catatan ini saya tulis agar bisa meninggalkan jejak. Selamat tengah malam. (*)

Denpasar, 7 Juni 2020 Di Hari Raya Trinitas

Oleh: Agust G Thuru (Jurnalis Senior asal Ngada tinggal di Bali)