Menteri Pertanian RI; Saya Siap Bantu Gubernur VBL Ubah NTT

oleh -122 views
Foto bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Desa Manusak, Kabupaten Kupang, pada hari Jumat (29/05/2020).

NAIBONAT, suluhdesa.com – Menteri Pertanian RI, Dr. Syahrul  Yasin Limpo minta kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat agar menggerakkan semua stakeholder untuk memanfaatkan lahan tidur  yang masih terbilang luas di Kabupaten Kupang. Hal ini diungkapkan Mentan RI saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Desa Manusak, Kabupaten Kupang, pada hari Jumat (29/05/2020).

Mentan Syahrul mengatakan NTT tidak miskin tetapi NTT kaya. Di tengah pandemi Covid -19 yang sedang melanda, sektor perdagangan yang bisa diharapkan adalah sektor pertanian.

“Saya ada di belakangmu sebagai saudara dan kakak, Pak Gubernur. Kita akan ubah NTT. Tidak ada yang gersang. Saya siap bantu Pak Gubernur NTT demi kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul mengaku, sangat tertarik dengan keinginan kuat dan ide-ide inovatif Gubernur Viktor yang ingin supaya NTT tidak miskin. Sesungguhnya, lanjut Syahrul, jawaban untuk mengatasi kemiskinan tersebut, ada di depan mata kita.

Baca Juga:  Respon Virus Covid-19, Gubernur VBL Apresiasi Sikap Sinode GMIT dan KAK

“Saya suka tantangan seperti ini. Untuk tidak miskin itu, jawabannya sudah ada. Tuhan memberi kita tanah, air, api, angin untuk bisa hidup lebih baik dan tidak miskin. Yang miskin itu kalau kita tidak kerja,” ujar mantan Kepala Desa Jeneponto ini.

Syahrul mengungkapkan pertanian, peternakan dan perikanan merupakan kunci utama menuju kesejahteraan. Ini harus jadi kerja semua orang. Kementerian Pertanian siap mendukung dengan agenda akademik lewat lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk research, agenda aksi, penyediaan bibit dan alat pertanian serta kebijakan lainnya untuk mendukung pengembangan pertanian NTT.

“Pompa airnya ditambah 20 unit lagi untuk NTT yah Pak Dirjen Tanaman Pangan supaya air tetap mengalir di sini. Ekskavator juga tambah lagi. Juga alat power streasher untuk pengeringan hasil panen juga harus disiapkan Pak Dirjen. Bila perlu alat pengering combine yang besar sehingga habis panen, petani di sini bisa langsung tanam lagi. Saya juga minta Pak Dirjen untuk datangkan cold storage besar sehingga sayur-sayur petani tetap segar, tidak cepat layu,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Baca Juga:  Malam Ini ODP Covid-19 di NTT Tembus 495 Orang

Pada kesempatan itu Mentan melakukan demonstrasi pengolahan lahan dengan menanam jagung bersama Gubernur NTT, memberikan bantuan kepada petani bawang merah dan petani kacang panjang serta melepas 2 kontainer jagung untuk dikirim ke Surabaya-Jawa Timur

Sementara itu Gubernur NTT dalam sambutannya mengatakan transformasi budaya tanam memberikan energi dan semangat baru untuk menggerakkan potensi yang ada. lahan-lahan yang kosong dengan dukungan sistem pengairan yang cukup. Setidaknya bisa melakukan panen dua tahun sekali.

Baca Juga:  Bupati Matim: Masyarakat Jangan Terprovokasi Soal Tapal Batas Matim-Ngada

“Panen dua tahun ini merupakan satu transformasi budaya tanam khusus untuk Timor dan Sumba. Kalau di Flores sudah biasa tanam dua kali setahun. Kunjungan Pak Menteri ini memberikan energi positif dan semangat baru bagi kami dalam memajukan pertanian sebagai rantai pasok utama untuk mendukung pariwisata yang menjadi prime mover ekonomi NTT,” pungkas Gubernur VBL.

Sebelumnya Mentan RI memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsinta) berupa traktor roda empat 43 unit dan ekskavator 1 unit, semen baku sebanyak 11.845 dosis dan SN2 cair sebanyak 15.795 liter, penyerahan bantuan dari Kementan untuk penanganan Virus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika yang menyerang ternak babi di NTT serta bantuan sembako bagi masyarakat di halaman Kantor Dinas Pertanian Provinsi NTT. (vrg/vrg)