Lomba Cipta Lagu Daerah Maumere, Momentum Orang Muda Berkarya Seni

oleh -167 views
PETRUS SELESTINUS (KOORDINATOR TPDI & ADVOKAT PERADI)

JAKARTA, suluhdesa.com – Ide menyelenggarakan lomba cipta lagu daerah dan musik Kampung Sikka, Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur, di tengah pandemi COVID-19 yang menjadi momok menakutkan dunia oleh ormas Pemuda Teguh Indonesia Raya (PETIR) yang disponsori PT. HIENG CORPORATION (HIG.CO) dan PT. VOTUM HOLDING COMPANY KOREA, merupakan sebuah upaya mengeksplorasi bakat anak-anak Maumere berbasis warisan budaya, memasuki masa New Normal, dan berdamai dengan COVID-19.

“Kita patut mengapresiasi dan mendukung ide ini, selain karena ide Lomba Cipta Lagu Daerah dan Musik Kampung Maumere datang dari putra daerah Aloysius Hieng, asal Hewokloang, sebuah desa yang masih konsisten mempertahankan berbagai seni budaya asli, juga karena ide cemerlang ini dalam rangka merespons ajakan Presiden Jokowi agar masyarakat memulai kehidupan New Normal dan berdamai dengan COVID-19 ke depan,” ucap Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dari Jakarta kepada Media SULUH DESA pada hari Sabtu (30/05/2020) sore.

Baca Juga:  Bantuan 2000 APD dan 12.000 Masker untuk Penanganan Covid-19 Tiba di Sulawesi Tenggara

Menurutnya, ajakan Presiden Jokowi agar masyarakat hidup berdamai dengan COVID-19 dalam masa New Normal, di tengah masyarakat yang masih trauma terhadap ancaman penularan COVID-19 selama 3 (tiga) bulan sejak Maret 2020 hingga sekarang, sangat relevan dengan Ide Lomba Cipta Lagu Daerah dan Musik Kampung Maumere, karena masyarakat sudah jenuh akibat terisolasi secara mandiri, social distancing, physical distancing dan PSBB, sehingga perlu diisi dengan aktivitas seni budaya.

“Dalam kondisi traumatis dan jenuh karena isolasi mandiri dan protokol COVID-19 yang semakin mematikan kreativitas dan inovasi-inovasi kalangan anak muda, maka gagasan menyelenggarakan lomba cipta lagu daerah dan musik kampung di Maumere, menjadi momentum membangkitkan semangat orang muda untuk tetap berkarya seni, sebagai ekspresi artistik individu, kolektif, atau komunal berbasis warisan budaya maupun berbasis kreativitas penciptaan baru, menjadi seni sebagai objek pemajuan kebudayaan,” kata Selestinus mengapresiasi.

Baca Juga:  FPII; Peran Media Jangan Dibatasi

“Seni Tidak Boleh Mati”.

Lanjut Advokat Peradi ini, filosofi PT. HIENG CORPORATION (HIG.CO) dan PT. VOTUM HOLDING COMPANY KOREA selaku sponsor lomba cipta lagu daerah dan musik kampung Maumere, adalah “seni tidak boleh mati atau berhenti oleh sebab apapun juga, kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi”, karena seni budaya telah menjadi fondasi dalam membangun masa depan dan peradaban bangsa.

“Oleh karena itu menjamurnya musik kampung dan lagu-lagu daerah Sikka, di Maumere harus dikelola dan ditingkatkan kualitasnya agar tidak kalah dengan pertumbuhan lagu-lagu daerah lain seperti di Ambon, Sumatera Utara, Jawa, dan lain-lain. Fenomena menjamurnya musik kampung dan lagu daerah di Sikka akan membawa suasana baru dalam kehidupan seni di Sikka. Lagu daerah dan musik kampung yang tumbuh seperti jamur, adalah fenomena budaya yang positif, bukan saja karena melahirkan musisi-musisi kampung yang khas dan cocok dengan selera masyarakat, tetapi juga untuk mengangkat derajat lagu daerah dan musik kampung agar tetap menjadi tuan di kampung sendiri, menuju pentas nasional bahkan go internasional, sekaligus menjadi filter masuknya budaya asing yang tidak cocok dengan budaya lokal,” tegas pemerhati budaya NTT yang tinggal di Jakarta ini.

Baca Juga:  Pemuda Batak Bersatu Unjuk Rasa di MA, Tuntut Pencabutan Peraturan 2 Menteri

Praktisi hukum ini menandaskan, rencana Lomba Cipta Lagu Daerah dan Musik Kampung, di samping momentumnya tepat, yaitu memasuki era New Normal untuk hidup berdamai dengan COVID-19, juga mengajak generasi muda untuk tetap mencintai budaya aslinya demi “Nian Tana”. Apalagi UU Pemajuan Kebudayaan telah menjadikan kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa demi terwujudnya tujuan nasional. (fwl/fwl)