PMKRI Maumere: Anggotanya Ditangkap Sedang Berjudi Saat Covid-19, Kapolres Sikka Segera Angkat Kaki

oleh -1.372 views
Ilustrasi Judi.

SIKKA, suluhdesa.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere St.Thomas Morus meminta kepada Kapolres Sikka agar segera mempublikasikan penggerebekan Judi di BK3D, Belakang Lembaga, Jln KS Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Biro Advokasi PMKRI Maumere yang bersumber langsung dari masyarakat di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga telah diamankan empat orang diantaranya seorang ASN dan juga seorang ADC Bupati Sikka An. BRIPKA Luis Pora  Djoka yang kedapatan berjudi di tengah pandemi Covid-19 oleh Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 (Tim Gabungan TNI-POLRI)  dalam sebuah operasi pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2020, pukul 19.00 Wita.

Baca Juga:  Gubernur VBL: Tidak Ada Kewenangan Pemda Tutup Bandara

Hal ini disampaikan oleh Yuliana Bara, Ketua PMKRI Maumere, dalam rilisnya yang diterima Media SULUH DESA pada hari Kamis (21/05/2020) pukul 09.00 Wita.

“Setelah dilakukan operasi tangkap tangan, Pasilog Kodim 1603 Sikka, Kapten Inf. Ida Bagus Wiryawan memanggil Kasubbag Ops Polres Sikka, IPTU Siprianus Raja untuk di ditindak lanjuti,” ungkap Bara.

Yuliana Bara juga mengatakan, “sampai sekarang kami menunggu out put dan tanggung jawab Polres Sikka agar segera mempublikasikan sejauh mana hasil pemeriksaan tersebut kepada Publik Sikka dan klarifikasi pun harus dilakukan secara objektif karena yang bersangkutan adalah anggota Polres Sikka (Ajudan Bupati Sikka) yang wajib diketahui oleh publik.”

Baca Juga:  Bripka Robert Larimanu Berbagi Kasih Bersama Lansia di Tenau

Bara juga menerangkan bahwa, PMKRI Maumere tidak main-main dengan pernyataan mereka.

Menurut Bara, Polres Sikka adalah institusi negara, Kapolres Sikka adalah abdi negara, dan wajib hukumnya untuk mengabdi kepada apa yang menjadi hak dan kepentingan publik, karena itu Kapolres Sikka harus memberikan penjelasan secara resmi dan sedetail mungkin kepada publik Sikka atas apa yang menjadi hak Masyarakat Sikka untuk mengetahui terutama setiap perkembangan penegakan hukum, termasuk dalam kasus penggerebekan judi oleh Satgas COVID-19 (Tim Gabungan TNI-POLRI) yang di dalamnya terlibat anggota Polres Sikka.

Baca Juga:  247 KK di Desa Lakekun Utara Terima BST dan BLT, Kades: Jangan Judi

“Kapolres Sikka jangan pilih kasih. Kalau berhadapan dengan masyarakat biasa biasanya cepat sekali kasus seperti ini dipublikasikan, tetapi kalau berhadapan dengan aparatnya sendiri seolah-olah buta akan hukum. Jika memang tidak mampu lagi untuk mengurus kasus yang terjadi di Sikka, Kami mohon dengan hormat kepada Kapolres Sikka untuk segera angkat kaki dari Sikka,” desaknya. (viona/red)