Anggotanya Ditangkap Satgas Covid-19 Saat Berjudi, Kapolres Sikka Harus Klarifikasi ke Publik

oleh -4.131 views
Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat Peradi saat bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai berdialog FAPP dengan Panglima TNI tentang sukses TNI-POLRI mengamankan Pemilu 2019 di ruang rapat Panglima TNI di Jakarta pada tanggal 29 Mei 2019 silam.

JAKARTA, suluhdesa.com – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) telah memperoleh informasi dari masyarakat bahwa Satgas COVID-19, yang merupakan tim gabungan TNI-POLRI dalam sebuah operasi tanggal 16 Mei 2020, pukul 19.00 Wita telah menangkap beberapa orang yang sedang bermain judi, di antaranya ada yang berprofesi sebagai anggota Polisi dan ASN di rumah seorang warga di belakang BK3D, Kelurahan Kota Baru, Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai locus dan tempus perjudian atau TKP.

Hal ini disampaikan oleh Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) kepada Media SULUH DESA pada hari Senin (18/05/2020) pukul 12.24 Wita.

Menurut Petrus Selestinus ada informasi yang dikirimkan dari Sikka ke TPDI sebagai berikut;

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2020 Pukul  19.30 Wita bertempat di Rumah Keluarganya BRIPKA Luis Pora Djoka , Alamat Belakang Lembaga, Jln KS Tubun,  Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Tim Covid -19 Gugus Depan Kabupaten Sikka telah membubarkan Judi Kartu oleh Pasilog Kodim 1603 Sikka Kapten Inf. Ida Bagus Wiryawan bersama Anggota Kodim 1603 Maumere.

Adapun kronologis kejadian dan fakta-fakta sebagai berikut :

~ Anggota Polres Sikka Bersama Tim Gugus Depan COVID-19 Kabupaten Sikka melakukan Patroli di Belakang Lembaga untuk mengimbau Pencegahan COVID-19.

~ Pada Saat melewati Sepanjang Jln KS tubun, Pasilog Kodim 1603 Sikka, Kapten Inf. Ida Bagus Wiryawan menoleh sebelah kanan Jalan sedang terjadi permainan judi kartu remi dan langsung turun dari mobil dinas melakukan penggerebekan.

~ Telah diamankan empat orang yang mana salah satu adalah ADC Bupati Sikka an. Bripka Lois Pora Djoka, bersama barang bukti.

Baca Juga:  Kepala BP4D Malaka Ikuti Vicon, Koordinasi Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah

~ Setelah itu Pasilog Kodim 1603 Sikka, Kapten Inf. Ida Bagus Wiryawan memanggil Kasubag Ops Polres Sikka, IPTU Siprianus Raja untuk tindakan selanjutnya.

~ Barang bukti tidak diamankan akan tetapi yang bersangkutan ADC Bupati Sikka an. BRIPKA Lois Pora Djoka diminta menghadap ke kantor Polres Sikka guna pemeriksaan selanjutnya.

Catatan :

~ Pada saat penggerebekan banyak yang mengambil gambar saudara ADC. Bupati Sikka, an. BRIPKA Lois Pora Djoka dengan barang Bukti.

Menurut Selestinus, informasi di atas, menggambarkan bahwa salah satu oknum anggota polisi yang ikut terjaring dalam operasi Satgas COVID-19 adalah Bripka Louis Pora Djoka. Ia adalah  Ajudan Bupati Sikka, disebut-sebut terjaring operasi penggerebekan oleh Tim Satgas COVID-19, pada tanggal 16 Mei 2020, pukul 19.00 wita di kediaman seorang warga Sikka bernama Louis Pora Djoka yang biasa dipanggil Monteiro sebagai TKP.

“Peristiwa ini merupakan prestasi Satgas COVID-19 Sikka yang patut diapresiasi, karena di tengah kesibukan penanganan bahaya COVID-19, Satgas COVID-19 juga tidak lupa membasmi penyakit masyarakat yang tidak kalah bahayanya dengan COVID-19 yaitu judi. Namun sangat disayangkan karena prestasi penggerebekan judi ini oleh Kapolres Sikka tidak diklarifikasi kepada publik, tentang peristiwa perjudian, penggerebekan dan siapa-siapa yang ditangkap, apa saja barang bukti yang disita serta apa tindak lanjutnya,” sergah Advokat Peradi ini.

Polres Bukan Perusahaan Pribadi

“Institusi Polres Sikka itu representasi dari institusi negara di bidang hukum, keamanan dan ketertiban yang tugas, fungsi dan tanggung jawabnya adalah mengelola dan mengatur hak-hak dan kepentingan publik Sikka di bidang hukum dan kamtibmas. Sebagai institusi negara, Polres Sikka tidak boleh dikelola sama seperti mengelola perusahaan pribadi atau asset milik pribadi dan untuk keuntungan materi yang bersifat pribadi,” tandasnya.

Baca Juga:  SMSI Jabar dan PWI Kota Bandung Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Lanjut Pria yang vokal mengadvokasi masalah sosial ini bahwa, Polres Sikka itu institusi negara, Kapolres Sikka abdi negara, karena itu keberadaan seorang Kapolres itu untuk mengabdi kepada apa yang menjadi hak dan kepentingan publik, karena itu Kapolres Sikka wajib memberikan penjelasan secara resmi kepada publik Sikka atas apa yang menjadi hak masyarakat Sikka untuk mengetahui terutama setiap perkembangan penegakan hukum, termasuk dalam kasus penggerebekan judi oleh Satgas COVID-19, tim gabungan TNI-POLRI yang di dalamnya disebut ada anggota Polres Sikka ikut terlibat.

“Jangan jadikan hasil tangkap tangan Satgas COVID-19 sebagai rezeki pribadi, dikelola secara amatir sebagai barang dagangan pribadi lalu diam-diam kasusnya mengendap dan hilang begitu saja tanpa out put dan tanpa pertanggungjawaban kepada publik, sebagaimana sudah banyak kasus publik yang “durk number” di Polres Sikka. Ini harus diklarifikasi secara objektif karena sudah menyangkut anggota Polres Sikka dan Ajudan Bupati Sikka yang wajib diklarifikasi kepada publik,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan jikalau prestasi Satgas COVID-19 menggerebek pelaku judi, bersumber dari partisipasi masyarakat, karena itu ada hak masyarakat untuk tahu dan tidak boleh digadaikan demi kepentingan lain. Apalagi Informasi penggerebekan ini sudah menjadi perbincangan publik di Sikka, Kupang hingga Jakarta, bahwa ada aparat oknum Polisi Sikka, tertangkap tangan sedang bermain judi di tengah dana COVID-19 berlimpah ruah, sementara kurva penderita COVID-19 di Sikka naik tinggi bahkan tertinggi, tetapi Kapolres Sikka menutup diri.

Baca Juga:  Babinsa Sumberasih Terlibat Dalam Upaya Menghambat Penyebaran Covid-19 di Probolinggo

Locus dan Tempus Perkara

“Kasusnya sebagaimana informasinya dikutip di atas, adalah judi dan tertangkap tangan serta sempat diperiksa oleh Propam Polres Sikka, namun mengapa tidak segera dipublish siapa-siapa pelaku yang ditangkap dan apa saja barang bukti yang disita, karena operasi penggerebekan Satgas COVID-19 bersumber dari informasi masyarakat, namun dengan sikap Polres Sikka sama sekali  tidak menjelaskan kepada masyarakat, maka patut diduga perkara ini akan ditutup, karena beberapa wartawan di Sikka yang sudah mengantongi informasi ini mengungkapkan jika Kapolres Sikka belum mau memberikan konfirmasi ke publik,” jelasnya.

Meskipun demikian, TPDI sudah memperoleh informasinya dengan sangat lengkap berikut gambar kasusnya dari masyarakat Sikka, namun TPDI menunggu keterbukaan dan itikad baik Kapolres Sikka. Apakah masih mau bermain dengan kasus-kasus yang melibatkan korpsnya apalagi peristiwa judi di tengah bencana kemanusiaan?

Menurut Selestinus itu adalah perbuatan yang mencederai program Kapolri yaitu Polisi PROMOTER dan mencederai rasa keadilan publik Sikka.

“TPDI akan memantau terus perkembangan sikap dan perilaku Kapolres Sikka, karena selama ini, sejumlah kasus dikelola secara amatir seakan-akan Polres Sikka adalah sebagai perusahaan milik pribadi yang dikelola berdasarkan tata kelola ilmu dagang atau papalele, ini tidak boleh dan harus dihentikan. Kita beri waktu 3 (tiga) hari kepada Kapolres Sikka untuk mengekspos ke publik tentang peristiwa pidana yang terjadi, apa barang bukti yang disita dan siapa-siapa pelakunya,” tutupnya. (fwl/fwl)