Pesawat Terbesar di Dunia yang Mengangkut APD Covid-19 Dari China ke Polandia

oleh -1.126 views
Rekor pesawat terbesar sampai saat ini dipegang oleh Antonov An-225 Mriya. Pesawat tersebut dibekali dengan enam mesin dan 16 pasang roda pendarat, Antonov An-225 Mriya adalah merupakan pesawat kargo terbesar di dunia dan mempunyai berat 285.000 kg, panjangnya 84 meter, lebar sayapnya 88 meter, tinggi 18,1 meter, dan melaju dengan kecepatan 850 km/jam.

HARUS KAMU TAHU, suluhdesa.com – Rekor pesawat terbesar sampai saat ini dipegang oleh Antonov An-225 Mriya. Pesawat ini dibekali dengan enam mesin dan 16 pasang roda pendarat, Antonov An-225 Mriya merupakan pesawat kargo terbesar di dunia. Pesawat ini sendiri merupakan warisan dari  era Perang Dingin dan dibangun di Ukraina yang tadinya merupakan negara satelit Uni Soviet. Kini Ukraina telah menjadi negara merdeka. 

Pesawat Antonov An-225 mempunyai berat 285.000 kg, panjangnya 84 meter, lebar sayapnya 88 meter, tinggi 18,1 meter, dan melaju dengan kecepatan 850 km/jam. Uni Soviet sendiri pada waktu Perang Dingin menyukai proyek-proyek luar biasa. Kata akhiran Mriya sendiri mempunyai makna “mimpi”, kata itu dari bahasa ukraina yang merupakan pembuat pesawat tersebut. Bisa dikatakan proyek ini sendiri merupakan proyek impian  Uni Soviet pada waktu itu.

Ide pembuatan Mriya sendiri datang pada tahun 1975. Pesawat ini nantinya akan diperuntukan sebagai pengangkut pesawat ulang-alik milik Uni Soviet. Rancangan pesawat ini digagas oleh Peter Balabeuv. Ia merupakan salah satu ahli penerbangan yang dimiliki oleh Uni Soviet. Proyek Mriya sendiri termasuk proyek rahasia. Melibatkan ratusan ribu orang baik ilmuwan, insinyur, para ahli, personel militer, pilot, dan para pekerja.  Pengembangannya sendiri memakan waktu selama 3.5 tahun.

Baca Juga:  Oknum Guru ASN di Malaka Bersitegang Dengan Petugas Posko Covid-19, Bupati SBS Berang

Mriya sendiri melakukan penerbangan perdananya pada 21 Desember 1988, dan pertama kali diterbangkan oleh pilot Oleksandr Galunenko. Di lapangan Baikonour, Mriya lepas landas dengan membuat pesawat ulang-alik Buran yang beratnya kurang lebih 60 ton di punggungnya. Pada tahun 1989 raksasa langit ini dipamerkan pada Paris Air Show. Banyak orang penasaran yang ingin melihat raksasa langit tersebut. Pesawat tersebut juga unjuk gigi di Oklahoma Amerika Serikat pada tahun 1990. Banyak Orang Amerika menyangka bahwasannya pesawat Antonov An-225 tadinya merupakan buatan pabrikan Boeing yang notabenenya merupakan perusahaan pesawat Amerika.

Baca Juga:  Tidak Terpuji, OTG di Mabar Berdebat Dengan Tim Medis

Satu tahun kemudian Uni Soviet pun runtuh. Banyak wilayah Uni Soviet memisahkan diri dan membentuk negara yang merdeka. Runtuhnya Uni Soviet maka menghentikan pengembangan dan operasional pesawat Mriya. Ukraina yang merupakan tempat perancangan mewarisi Mriya. Pada awalnya Ukraina kesulitan keuangan untuk mewarisi Mriya. Sehingga membuat mereka membiarkan  raksasa langit tersebut tertidur.

Memasuki tahun 2000-an permintaan komersil untuk mengangkut muatan besar mulai masuk. Ukraina melihat peluang tersebut. Segera Ukraina menghidupkan kembali raksasa langit yang telah lama tidur. Pesawat Antonov An-225 kembali mengudara pada tahun 2002. Pesawat Antonov An-225 kini merupakan bagian dari Antonov Airlines Ukraine. Pesawat ini laris manis. Pesawat ini sudah banyak mengangkut muatan besar seperti generator, kapal pesiar, generator, sampai pesawat terbang.

Baca Juga:  Cegah Corona, Ini Tujuh Poin Penting Dari Bupati SBS untuk Masyarakat Malaka

Amerika yang dulu merupakan rival Uni Soviet juga tidak ingin kalah dengan bekas musuhnya tersebut. Amerika melalui perusahaan Stratolaunch System mengembangkan pesawat terbesar juga yaitu M351. Pesawat tersebut diperuntukan untuk menyaingi Mriya. Pesawat tersebut terbang perdana pada Mei 2017. Bagaimanapun Mriya tetap tidak bisa dikejar, karena Mriya tetap menjadi raksasa langit sampai saat ini.

Kini di tengah wabah Covid-19 pesawat Antonov An-225 mempunyai misi baru yaitu mengangkut peralatan medis berupa alat pelindung diri, masker, dan alat uji Covid-19. Pesawat Antonov An-225 membawa angkutan tersebut dari China dan mendarat di Polandia pada 14 April 2020. (antonov.com/popularmechanics.com)