Komunitas Pastoran St. Kristoforus Ba’a Isi Kerja Dari Rumah Dengan Membuat Pot Bunga

oleh -325 views
Anggota Komunitas Pastoran di Paroki St. Kristoforus Ba’a, Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka mempunyai cara sendiri untuk mengisi waktu liburan ini. Mereka belajar untuk membuat pot bunga berbahan dasar semen. Kegiatan ini dilakukan bertempat di rumah pastoran pada Minggu (20/04/2020).

ROTE NDAO, suluhdesa.com – Wabah virus corona memaksa semua orang untuk harus tetap berada di rumah. Ada banyak hal yang bisa dilakukan ketika berada dirumah, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Pastoran di Paroki St. Kristoforus Ba’a, Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka mempunyai cara sendiri untuk mengisi waktu liburan ini. Mereka belajar untuk membuat pot bunga berbahan dasar semen. Kegiatan ini dilakukan bertempat di rumah pastoran pada Minggu (20/04/2020).

Dalam proses pengerjaannya mereka dibantu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK). Salah seorang mahasiswa KKN, Yohan Edangwala mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang mereka lakukan.

“Dalam rencananya akan diberikan pelatihan untuk orang muda Katolik (OMK) di paroki ini, tujuannya untuk meningkatkan kreatif orang muda, namun karena situasi dan kondisi yang seperti ini sehingga kami hanya memberikan pelatihan kepada beberapa orang muda yang tinggal di rumah pastoran ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Romo Benny Susetyo; Bulan Ramadhan, Ajang Aktualisasi Pancasila

Lebih lanjut, Carles Hurit seorang mahasiswa KKN lainnya, mengatakan bahwa dalam situasi seperti ini ada banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya dengan belajar membuat pot bunga.

“Kami melakukan ini selain untuk mengisi waktu kerja dari rumah atau work from home karena virus corona, juga menjadi cenderamata dari kami bagi paroki. Harapannya semoga ini dapat bermanfaat. Ini adalah satu bentuk untuk meningkatkan kreatifitas, semoga bisa dikembangkan dengan baik dan jika nanti dipasarkan bisa mendapatkan keuntungan,” tambahnya.

Baca Juga:  Kades Alas: Penyaluran BLT DD Kami Lakukan Secara Transparan

Sementara itu, Egi Lou salah seorang OMK yang mengikuti pelatihan ini mengaku senang karena bisa memperoleh hal yang baru dalam masa liburannya.

“Terimakasih untuk Kaka mahasiswa KKN yang sudah membagikan pengalaman ini. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata siswa SMAN 1 Lobalain ini. (yohanedangwala/yohan)