Lusia Yasinta Meme; Maknai Hari Kartini Saat Wabah Corona, Perempuan Jangan Mengeluh

oleh -233 views
Wakil Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis Bajawa, Lusia Yasinta Meme, S. Pd.

BAJAWA, suluhdesa.com –  Setiap tanggal 21 April  kita memperingati Hari Kartini yang adalah Pahlawan Nasional Indonesia. Sosok wanita Indonesia yang hebat sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi yang kita peringati  dengan berbagai acara dan perlombaan. Hal ini tentu sangat  berbeda dengan tahun 2020, kemeriahan merayakan Hari Kartini tidak seperti biasanya sejak bangsa Indonesia dan dunia dilanda wabah virus corona atau Covid-19 semua aktivitas masyarakat seakan lumpuh total.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis Bajawa, Lusia Yasinta Meme, S. Pd kepada Media SULUH DESA melalui pesan WhatsApp hari Ini, Senin (20/04/2020).

Menurut Lusia, memaknai Hari Kartini bukan berarti harus  merayakannya dengan berbagai kegiatan dan kemeriahan apalagi dengan situasi seperti sekarang ini.

“Jika kita belajar sejarah dan biografi Raden Ajeng Kartini semasa hidupnya sebagai tokoh emansipasi wanita yang begitu kokoh dalam memperjuangkan hak-hak wanita agar setara dengan pria sebagai wanita tentunya setiap hari saya terus menggelorakan semangat dan jiwa patriotismenya.  Mengapa? Karena kalau bukan Kartini yang memulainya pasti derajat kaum Hawa di Indonesia selalu di bawah kaum Adam. Berbagai posisi penting baik di bidang ketatanegaraan maupun di bidang birokrasi lainnya pasti dikuasai oleh kaum pria. Tetapi sejak tokoh perempuan yang satu ini merintis kesetaraan gender maka banyak posisi penting di negara ini yang diduduki oleh kaum perempuan bahkan perempuan pernah  menjadi orang nomor satu di negeri ini,” ulas Lusia.

Baca Juga:  Dokter Itu Mencapai Puncak Gunung

Dijelaskan juga, sebagai perempuan kita patut berterima kasih dan menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Kartini. Wujud terima kasihnya adalah kita terus memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Sebagai perempuan kita tidak boleh lemah apalagi cengeng ketika menghadapi masalah atau tantangan dalam hidup. Bersikap dan bertutur selayaknya perempuan Indonesia yang beradab sehingga menjadi panutan untuk anak-anak kita dan generasi berikutnya,” jelas Guru SMAK Recis Bajawa yang jago menulis puisi ini.

Baca Juga:  Polres Probolinggo Kota Salurkan Bantuan Kemanusiaan Dari Dekranas

Lebih lanjut Ia menjelaskan, perempuan harus mandiri dan penuh daya kreativitas, bersaing secara sehat sehingga mampu mengayomi orang lain di sekitarnya. Di tengah situasi seperti ini sangat dibutuhkan kreativitas seorang perempuan dengan masa lockdown yang semuanya dikerjakan dari rumah.

“Kita dituntut untuk  mampu mendesain aktivitas di rumah yang menyenangkan, mampu menjadi guru untuk anak-anak kita, serta mampu untuk jadi guru bagi orang lain. Teruslah melahirkan karya-karya yang bermakna dan berkesan bagi orang lain. Itulah Kartini yang sebenarnya,” urainya.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Klinik King Care Bagi Masker untuk Seluruh Jurnalis di Kota Kupang

Dikatakannya juga bahwa, memaknai hari Kartini, ia sangat terkesan dengan judul buku yang ditulis oleh Raden Ajeng Kartini yang berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang sangat menginspirasi kaum perempuan. Dalam buku tersebut mengandung banyak sekali pesan dan motivasi untuk kaum perempuan seperti jangan mengeluh, teruslah bermimpi, jangan menyerah, harus mandiri, jangan takut kesulitan dan banyak sekali inspirasi lainnya. Itulah yang harus kita tiru.

“Dalam kondisi seperti ini  buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ sebagai motivasi tersendiri untuk menghadapi wabah Covid-19 ini. Dalam semangat Raden Ajeng Kartini tersebut, kita percaya badai ini pasti berlalu setelah gelap ini akan terbitlah terang nanti. Selamat merayakan Hari Kartini wahai perempuan Indonesia dan perempuan Nusa Tenggara Timur. Jadilah perempuan sejati bagi keluarga, nusa dan bangsa,” tutupnya. (fridswawolado/virginia)