Abdullah Apa Masuk Struktur DPP Demokrat, Politik untuk Mencari Nilai Kebenaran

oleh -223 views
Bakal Calon Wakil Bupati Ngada, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, memberikan ucapan selamat kepada Tokoh Muda NTT, Abdullah Apa yang ditunjuk menjadi Sekretaris Badan Doktrin, Pendidikan dan Pelatihan di Kepengurusan DPP Partai Demokrat Periode 2020-2025.

KUPANG, suluhdesa.com – Abdullah Apa sapaan akrabnya memulai karirnya di Partai Demokrat tahun 2012 dari Organisasi Sayap Partai Demokrat  yaitu sebagai Ketua DPD BMD (Barisan Massa Demokrat)NTT, Pengurus DPC Partai Demokrat  Alor dan terakhir sebagai Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi NTT di bawah  kepemimpinan Ketua DPD PD NTT DR. Jefri Riwu Kore yang juga Walikota Kupang saat ini.

Setelah melalui sebuah proses yang panjang nan berliku, kini Mantan Ketua BEM Politeknik Negeri Kupang itu dipercayakan  menjadi Sekretaris Badan Doktrin, Pendidikan dan Pelatihan di Kepengurusan DPP Partai Demokrat Periode 2020-2025 oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, H. Agus Harimurti Yudhoyono, M. Sc., M. P. A., M.A, atau lebih dikenal dengan panggilan AHY.

Baca Juga:  Bakohumas Menjadi Platform Suksesnya Hubungan Kerjasama Bilateral RI - Timor Leste

Keputusan itu tertuang lewat Surat Keputusan Tim Formatur Kongres Partai Demokrat Nomor: 01/SK/DPP.PD/IV/2020, hari Rabu, Tanggal 15 April 2020.

Pantauan media ini, sejak sore sampai malam ini Jumat (17/04/2020), lulusan terbaik Akademik di Sekolah Akademi Demokrat tahun lalu ini dibanjiri  ucapan selamat dari sahabat-sahabatnya, kerabatnya maupun pegiat medsos.

Siapa yang tidak kenal Mantan Staf Ketua HMI Cabang Kupang ini karena selalu saja viral di medsos NTT dengan konten-konten kontradiktifnya.

Dari hasil wawancara wartawan lewat WhatsApp pada hari Jumat, 17 April 2020 pagi, Abdullah Apa menyampaikan salam hormat dan santun sembari mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya untuk semua keluarga, handai taulan, senior dan yunior, serta seluruh masyarakat NTT.

Baca Juga:  Diskusi Akhir Pekan Liga Mahasiswa NasDem NTT Bahas New Normal

“Singkatnya basudara semuanya yang telah memberikan doa dan dukungan kepada saya lewat berbagai media social,” katanya singkat.

Aktivis dan Pegiat Medsos Muda NTT ini memberikan pesan kepada kaum milenial bahwa, pemuda NTT jangan melihat politik seolah-olah sekadar medan laga perebutan kekuasaan bagi yang kaum tua atau yang kapitalis, tetapi kaum muda harus masuk di dalam politik untuk belajar dan mencari nilai-nilai kebenaran.

Baca Juga:  Cinta Ala Aktivis

“Bukankah sejarah peristiwa-peristiwa besar negeri ini seperti Sumpah Pemuda, Proklamasi kemerdekaan dan lain sebagainya selalu melibatkan kaum muda. Bukankah politik itu seni untuk  melaksanakan, mencapai tujuan atau keinginan kita kaum muda (Politics is the art of the possible). Bagaimana kaum muda bisa terakomodir keinginannya jika politik hanya diisi oleh kaum tua. Pada hal yang Muda adalah Kekuatan. Kita bukan tidak punya kemampuan, kita punya integritas dan kita hanya butuh pembuktiannya saja. Jika kita diberi kesempatan maka kita akan buktikan,” tegasnya (taufik/tfk)