DPRD Ende Usul Gunakan Dana Penyertaan Modal ke Bank NTT untuk Tangani Covid-19

oleh -240 views
Ketua Komisi l DPRD Kabupaten Ende, Mohammad Orba Kamu Ima.

ENDE, suluhdesa.com – Untuk penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Ende, wakil rakyat meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Ende untuk memanfaatkan dana penyertaan modal atau investasi saham ke bank NTT sebesar 5 miliar rupiah. Demikian yang disampaikan Ketua Komisi l DPRD Kabupaten Ende, Mohammad Orba Kamu Ima saat dikonfirmasi Media SULUH DESA pada hari Rabu (01/04/2020) di gedung DPRD Ende.

Saat ini pemerintah daerah, kata Orba, perlu melakukan tindakan pergeseran anggaran sesuai Instruksi Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang gugus tugas penanganan corona virus disease (Covid 19) dimana pada Pasal 13 tercantum pendanaan yang diperlukan untuk penanganan dapat menggunakan dana APBN, APBD, atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Namun dalam penganggaran, Politisi Gerindra ini berharap pemerintah harus lebih cermat dan teliti untuk melakukan pergeseran anggaran agar tidak berdampak hukum di kemudian hari. Untuk itu dirinya berharap seluruh rangkaian penganggaran dan penanganan kerja gugus tugas tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana.

Baca Juga:  Antisipasi Corona, Sebelum Masuk Kantor Gubernur NTT Tamu dan ASN Diperiksa

“Kita semua prihatin dengan wabah ini dan mendukung penuh kerja gugus tugas di daerah. Sebagai wakil rakyat kita berharap pergeseran anggaran mesti dilakukan segera, terutama untuk pos pembelanjaan rutin, dana silpa, dana penyertaan modal termasuk dana Badan Layanan Umum yang ada di RSUD Ende. Hal ini sesuai amanat Perpu Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga:  Kunjungi Kecamatan Kobalima, Bupati Malaka Minta Para Kades Hindari Korupsi

Untuk itu pemerintah daerah, menurut orba, dalam penganggaran penanganan bencana perlu mengeluarkan peraturan bupati untuk penggunaan keuangan daerah dengan mempertimbangkan item-item yang bersifat operasional dan penyertaan modal.

“Bisa juga pake dana pokir tapi itu pilihan terakhir. Masih ada dana rutin, pikirkan belanja langsung untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Masih ada silpa dan penyertaan modal. Kita ini dalam bencana dan situasi darurat, masa kita mau berinvestasi? Jadi kita tunda dulu penyertaan modal. Namun kita minta pemerintah sodorkan kegiatan tanggap darurat kepada DPRD. jangan jalan sendiri sendiri nanti bermasalah dikemudian hari,” tegasnya.

Baca Juga:  Amankah Berhubungan Seks Saat Wabah Virus Corona?

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Ende, Vinsen Sangu. Menurut Sangu, sumber penganggaran yang akan digeser harus merujuk pada aturan pusat dan mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi rakyat Kabupaten Ende.

“Kita sepakat geserkan anggaran, kita sarankan pemerintah untuk menyiapkan daftar program kegiatan yang akan digeser kepada DPRD dan pos pembelanjaan yang akan dimanfaatkan dalam penanganan,” ungkap Sangu.

Sangu bersepakat jika pemerintah menunda sementara dana penyertaan modal kepada Bank NTT untuk penanganan Covid-19.

“Kita setuju karena investasi ditengah bencana itu tidak baik. Rakyat Kabupaten Ende musti diselamatkan dulu. Kita usul penundaan tahun ini, agar dana 5 miliar rupiah dapat digunakan untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya. (adrianusso/as)