Garda Pemuda NKRI; Corona Harus Dilawan, Bukan Ditakuti

oleh -250 views
Muhammad Saleh, Direktur Garda Pemuda NKRI.

KUPANG, suluhdesa.com – Mencermati fenomena sosial akhir-akhir ini dalam situasi menghadapi bencana wabah virus corona yang melanda hampir seluruh negara di dunia, muncul sebuah kondisi terbaru, kondisi ketakutan yang menghantui masyarakat dalam keseharian hidupnya. Berita-berita yang ditampilkan beserta video, foto, dokumentasi kejadian di berbagai tempat yang terpapar Covid-19 seolah-olah menampilkan kondisi bahwa virus corona memang sangat menakutkan karena sifatnya yang menyebabkan kematian.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Garda Pemuda NKRI, Muhammad Saleh kepada Media SULUH DESA via pesan WhatsApp pada hari Senin (30/03/2020) pukul 14.00 Wita.

Saleh mengatakan, publikasi informasi ini secara langsung menyerang psiko sosial kita (masyarakat, red), bahwa terinternalisasi dalam pribadi masing-masing.

Baca Juga:  Pimpinan Komisi IV DPR RI-Pemkab Probolinggo Lakukan Penyemprotan Disinfektan Serentak

“Alhasil ketakutan berlebihan menghantui kita. Kita seolah-olah dihimpit situasi yang mengerikan. Ujung dari kondisi ini adalah psikologi pribadi. Takut untuk melakukan aktivitas pribadi. Padahal kita harusnya lawan wabah ini, bukan sebaliknya takut virus corona,” tegas Saleh.

Menurut Saleh, seharusnya dibuat tagar (#) yang viral di media sosial seperti #Menanglawancorona, #lawancorona dan sebagainya, bukan #takutlawancorona. Hanya saja tagar ini tidak didukung dengan publikasi informasi ataupun dokumentasi kemenangan, perjuangan yang berdaya menghadapi wabah corona.

“Oleh karena itu, kita perlu mengganti gaya publikasi ‘perang’ melawan virus corona ini dengan berita-berita optimisme yang berdampak memberikan kekuatan bukan kekhawatiran sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, kami Garda Pemuda NKRI mengimbau kepada segenap masyarakat, pertama; mari bersatu menghadapi bencana wabah covid-19 ini dengan sebuah optimisme bahwa kita pasti bisa menang atas bencana ini. Kita bangsa yang kuat, kita bangsa yang hebat. Sehingga mari hadapi bencana ini dengan penuh optimisme. Kedua, kami mengimbau kepada segenap media untuk mempublikasi informasi tanpa alpa memberikan optimisme pada masyarakat. Mari menyajikan pemberitaan yang memberikan semangat pada publik untuk bersatu melawan virus ini. Ketiga, kami juga mengimbau kepada pemerintah untuk tidak dengan menyampaikan pernyataan-pernyataan kontroversial yang membuat perdebatan baru ditengah wabah ini. Mari fokus menciptakan langkah-langkah sistematis sehingga masyarakat pun bersatu mengikuti arahan, imbauan, serta informasi yang datang dari pemerintah. Keempat, kami meyakini bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kuat dalam persatuannya. Terbukti dalam sejarah kita menang menghadapi perang. Sehingga pada momentum bencana Covid-19 ini kita diuji untuk berdaya menghadapi ujian ini. Sambil mengikuti arahan pemerintah, aparat keamanan, dan tim medis kita berdoa pada Yang Maha Kuasa agar kita mampu melawan dan menang menghadapi wabah Covid-19,” pungkas Saleh sambil mengajak semua media memviralkan tagar atau hastag #dirumahaja #Menanglawancorona #lawanviruscorona #stopHOAX #Physicaldiatancing #sosialdistancing #indonesiaoptimis #indonesiabisa. (eb/fwl)