8 ODP Covid-19 di Kabupaten Probolinggo Dinyatakan Sehat

oleh -83 views
Senin (30/03/2020), Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo merilis kondisi terkini perkembangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Probolinggo untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 143 orang dengan keterangan 135 orang masih dipantau dan 8 orang sehat serta 4 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan keterangan 1 dalam perawatan, 2 sembuh dan 1 meninggal dunia.

PROBOLINGGO, suluhdesa.com – Hingga Senin (30/03/2020), Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo merilis kondisi terkini perkembangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Probolinggo untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 143 orang dengan keterangan 135 orang masih dipantau dan 8 orang sehat serta 4 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan keterangan 1 dalam perawatan, 2 sembuh dan 1 meninggal dunia.

“Sampai hari ini, pemeriksaan terhadap PDP asal Desa Sukapura Kecamatan Sukapura masih tetap belum ada hasilnya. Hasil swap laboratorium masih belum keluar dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Tetapi yang bersangkutan saat ini dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan karena kapasitas RSSA Malang penuh,” ujar Juru Bicara Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, setiap hari angka ODP di Kabupaten Probolinggo ada kecenderungan mengalami kenaikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ODP selalu bertambah. Salah satunya sekarang mulai ada gelombang mudik, mungkin mengantisipasi puasa lebaran ini sehingga pemudik pulang lebih awal.

Baca Juga:  Garda Pemuda NKRI; Corona Harus Dilawan, Bukan Ditakuti

“Selain itu, dampak dari COVID-19 ini banyak pondok pesantren-pondok pesantren mulai memulangkan semua santri-santrinya. Serta masih adanya masyarakat kita yang belum disiplin masih bermobilisasi dan mondar mandir di antara daerah epicentrum,” jelasnya.

Anang menerangkan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE sudah mulai menginstruksikan mulai tadi malam dan akan diadakan rakor (rapat koordinasi) lagi malam mini untuk memastikan bahwa kegiatan physical distancing semakin masif.

Baca Juga:  Pengelola Dana Covid-19: Antara Ancaman Mati Akibat Corona dan Korupsi

“Insya Allah mulai hari-hari besok akan ada area-area yang dinyatakan area terbatas untuk dilakukan physical distancing. Fokusnya adalah semua kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Semua ini dilakukan untuk mencegan penyebaran COVID-19,” terangnya.

Lebih lanjut Anang menambah bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sudah mendapatkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) berupa rapid test COVID-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:  Zikria; Saya Tidak Punya Niat Menghina Bunda Risma

“Alhamdulillah, kita sudah dibantu APD berupa rapid test oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekitar 200. Selain itu, Pemerintah Daerah pun juga sudah membeli tetapi masih menunggu. Insya Allah bulan ini sudah datang. Karena pembeliannya memang dikoordinir oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. (Azizah/Senopati)