Antisipasi Corona, Polres Probolinggo Kota Terapkan Physical Distancing

oleh -171 views
Polres Probolinggo Kota menutup Jalan Suroyo pada Sabtu (28/03/2020) malam. Penutupan sebagai uji coba jarak fisik (physical distancing) terkait upaya pencegahan penularan virus corona. Penutupan itu dilakukan pukul 19.00 Wib hingga 24.00 Wib.

PROBOLINGGO, suluhdesa.com – Polres Probolinggo Kota menutup Jalan Suroyo pada Sabtu (28/03/2020) malam. Penutupan sebagai uji coba jarak fisik (physical distancing) terkait upaya pencegahan penularan virus corona. Penutupan itu dilakukan pukul 19.00 Wib hingga 24.00 Wib. Dimulai dari pertigaan Jalan Panglima Sudirman atau depan Makodim 0820 Probolinggo, hingga pertigaan Jalan Ahmad Yani atau Alun-alun Kota Probolinggo.

“Malam ini uji coba. Bukan setiap hari, tapi di hari weekend atau akhir pekan saja. Sabtu dan minggu,” kata Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Ambariyadi Wijaya S.I.K, S.H, M.H kepada tim Tribratanews.

Petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, tak terkecuali Dishub dilibatkan. Mereka berjaga di perempatan-perempatan jalan yang memotong Jalan Suroyo. Di antaranya Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Kolonel Sugiono.

Baca Juga:  Romo Benny; Belajar Dari Rumah Mengembalikan Orang Tua Menjadi Guru Kehidupan

Keberadaan penjaga itu dimaksudkan, untuk mencegah warga melintas di jalan protokol tersebut.

Selain berjaga di pertigaan dan perempatan, petugas juga menyisir jalan. Mengingat di jalan ini ada banyak perkantoran, rumah makan, hotel, minimarket, museum dan rumah ibadah.

Warga pun diingatkan untuk menjaga jarak, selain juga mengimbau mereka untuk segera pulang dan tidak nongkrong.

“Masalahnya riil di lapangan tidak begitu. Masih banyak adik-adik kita dan masyarakat yang tidak menjaga jarak. Kita gak akan menyerah untuk tetap mengimbau dan mengingatkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  NTT Siapkan Dana 60 Miliar untuk Penanganan Virus Corona

Kapolres menyadari, risiko kematian penyakit akibat Covid-19 ini rendah, tapi sebagai langkah antisipatif, cara ini dianggap menjadi salah satu pilihan.

“Mari kita saling membantu untuk mengantisipasi pandemic virus covid 19 ini agar tidak menyebar di kota Probolinggo,” lanjut perwira kelahiran Banyuwangi itu.

“Kalau lockdown kasihan yang jualan. Makanya kita imbau untuk take away (beli bungkus bawa pulang). Kita tidak akan menyerah untuk tetap menghimbau dan mengingatkan masyarakat (agar tetap di rumah),” tandasnya.

Baca Juga:  NTT Tambah 1 Positif Covid-19, Secepatnya Operasionalkan Laboratorium PCR

Selain Kota Probolinggo, sejumlah daerah di Jawa Timur juga sudah memberlakukan physical distancing di sejumlah jalan protokol kota dan pemukiman. Diantaranya adalah Kota Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo. (Azizah/Senopati)