ODP Corona 165 Orang, Karo Humas NTT; Masyarakat Jangan Panik

oleh -348 views
Karo Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Timur, DR. Ardu Jelamu saat mengupdate penyebaran virus corona di wilayah NTT di hadapan wartawan, pada hari Rabu (24/03/2020) pukul 11.00 wita, di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

KUPANG, suluhdesa.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat pastikan setiap daerah di Wilayah NTT memiliki design-design dalam penanganan covid 19 mulai dari yang sedang, menengah dan berat.

Hal ini disampaikan Karo Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Timur, DR. Marius Ardu Jelamu saat mengupdate penyebaran virus corona di wilayah NTT di hadapan wartawan, pada hari Rabu (24/03/2020) pukul 11.00 wita, di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Dijelaskan sesuai arahan Presiden Jokowi kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia untuk menggunakan Inpres No 40 Tahun 2020 sebagai dasar untuk pengelolaan anggaran di seluruh Indonesia. Dalam Inpres ditegaskan secara jelas untuk merevisi anggaran yang ada pada APBN, APBD I, APBD II. Item revisi ini diarahkan untuk penanganan corona, pemberdayaan sosial ekonomi terutama kalangan masyarakat bawah dan bantuan sosial yang didrive pemerintah provinsi, Kabupaten dan kota yang sangat rentan terhadap Covid-19.

“Tentu seluruh masyarakat mengalami dampak tetapi presiden mengarahkan supaya diprioritaskan bagi masyarakat kalangan bawah yang secara ekonomi tidak mampu dan ini yang menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Marius Jelamu juga menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Wilayah Nusa Tenggara Timur sampai dengan Tanggal 24 Maret 2020 pukul 21.00 wita total Orang Dalam Pengawasan(ODP) 165 0rang naik dari sebelumnya yang hanya 130 orang. Setelah dikalkulasikan sejak tanggal 3 Maret 2020 sampai tadi malam dari 186 orang turun menjadi 165 orang meskipun dari hari ke hari terus meningkat.

Baca Juga:  Jika Covid-19 Berlanjut, Kebutuhan Pangan Masyarakat Desa Lakekun Barat Terancam

Orang Dalam Pengawasan(ODP) di Kota Kupang saat ini 33 orang, Lembata 5 orang, Manggarai Barat 21 orang, Kabupaten Kupang 4 orang, Maumere 18 orang, TTS 10 orang, Manggarai Timur 6 orang, Flotim 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 12 orang, Belu 10 orang,SBD 13 orang,Ende 8 orang, Manggarai 6 orang, Rote Ndao 6 orang, Sumba Tengah 3 orang, Nagekeo 7 orang.

Sedangkan orang yang sembuh atau selesai dalam pemantauan Kota Kupang 10 orang, Sika 11 orang sedangkan kota yang lain masih nol.

Sementara itu orang yang sedang dirawat di Rumah Sakit Kota Kupang 2 orang, yang isolasi mandiri di rumah 31 orang, Lembata 2 orang yang isolasi mandiri 3 orang, Manggarai Barat 1 orang isolasi mandiri di rumah 20 orang (1 orang meninggal tadi pagi, Red) Kabupaten Kupang 0 orang yang isolasi mandiri di rumah 4 orang, Sika 0 orang isolasi mandiri di rumah 18 orang, TTS 0 orang isolasi mandiri di rumah 10 orang, Manggarai Timur 1 orang yang isolasi mandiri di rumah 5 orang, Flotim 0 orang isolasi mandiri di rumah 2 orang, Malaka 1 orang isolasi mandiri di rumah 10 orang, Belu 1 orang yang diisolasi di rumah 9 orang, SBD 0 orang yang isolasi 13 orang, Ende 1 orang yang isolasi di rumah 7 orang, Manggarai 0 orang yang isolasi di rumah 6 orang, Rote Ndao 0 orang yang isolasi 6 orang, Sumba Timur 0 orang yang isolasi di rumah 3 orang, Nagekeo 0 orang isolasi 7 orang. Jadi jumlah yang isolasi di rumah sebanyak 154 orang.

Baca Juga:  Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat di Indonesia, Masyarakat Masih Santuy?

Untuk diketahui Orang Dalam Pengawasan(ODP) adalah orang-orang yang pernah terpapar virus di provinsi yang terpapar.

Lebih lanjut dijelaskannya, tingginya angka ini disebabkan adanya kesadaran warga yang setelah datang dari daerah atau provinsi terpapar mungkin sakit flu, batuk, mereka datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.

“Ini sesuatu yang sangat positif bahwa tidak harus dicari tetapi dengan kesadaran diri dari tiap orang untuk datang memeriksakan diri ke rumah sakit. Kita berharap status ini tetap ODP jangan ada yang positif dan walaupun belum ada yang positif tetapi seluruh masyarakat NTT diharapkan mengikuti protap baik oleh WHO atau Pemprov, Kabupaten dan Kota, “urainya.

Baca Juga:  Bantu Warga Terdampak Covid-19, Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820 Dirikan Dapur Umum

Adapun protap yang dimaksud adalah:

  1. Social Distancing yaitu menghindari kerumunan, tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, lebih banyak tinggal di rumah.
  2. Physical Distancing yaitu menjaga jarak dari setiap individu untuk menghindari penyebaran Covid-19

Doktor jebolan IPB Bogor ini juga meminta kepada para pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk sementara tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

“Kami minta pejabat dan kita semua untuk menaati protap yang sudah ditetapkan pemerintah. Kepada Kepolisian di seluruh wilayah NTT sesuai maklumat Kapolri untuk melakukan tindakan tegas atau operasi setiap saat di seluruh wilayah untuk memastikan kita benar-benar mengikuti protap yang dikeluarkan pemerintah.Tujuan adalah untuk kenyamanan kita bersama karena ketika kita tidak memproteksi diri kita akan menjadi ancaman bagi banyak orang,” terangnya.

Diharapkan juga masyarakat tidak panik, berusaha lebih banyak di rumah, orang tua harus mengontrol anak-anak di rumah. Kepala Desa, RT,RW agar memastikan tamu yang datang dari luar agar periksa diri atau isolasi diri. Protap harus disosialisasikan oleh seluruh stake holders. (fwl/vrg)