Cegah Corona, di Dalam Bemo Kota Kupang yang ‘Tasese’ Harus Ada Tenaga Medis

oleh -482 views
Ketua PMKRI Kupang, Adrianus Oswin Goleng.

KUPANG, suluhdesa.com – PMKRI Kupang mengapresiasi kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi NTT, kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur yang sampai hari ini terus memberi imbauan kepada masyarakat, pengawasan juga penertiban terhadap aktivitas masyarakat (social distancing) sambil terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas rumah sakit, juga Alat Pelengkap Diri (APD) medis dalam menghadapi pandemi Covid-19 atau virus corona yang kian mewabah.

Hal ini disampaikan ke Redaksi Media SULUH DESA oleh Ketua PMKRI Kupang, Adrianus Oswin Goleng melalui pesan Whatsapp pada hari Rabu (25/03/2020) pukul 14.00 wita.

“Kota kupang misalnya, Walikota dengan sejumlah gugus tugas terus bekerja ekstra siang malam, memberikan imbauan, sosialisasi dan perketat pengawasan terhadap aktivitas warga terlebih ditempat-tempat umum, pusat belanja, dan tempat hiburan. Namun, satu hal yang masih luput dari perhatian publik dan pemerintah adalah aktivitas pelayanan jasa transportasi yang sampai hari ini masih  aktif beroperasi. Kami berharap pemerintah kabupaten/kota secepatnya melakukan  strategi bagaimana para pengguna jasa transportasi angkot (bemo) terorganisir secara baik dengan melakukan rekayasa lalu lintas juga diperketat  pengawasan setiap lintas trayek,” ungkap Oswin.

Baca Juga:  Wagub NTT; Antisipasi Corona, Kita Bersalaman Tanpa Kontak Fisik

Oswin menegaskan hal ini guna menjaga mobilitas dengan tetap memperhatikan rentan penularan (kontak), maka Pemerintah Kota Kupang perlu memfasilitasi kendaraan umum (Damri) yang dilengkapi fasilitas kesehatan seperti alat  pengukur suhu,sanitizer, masker dan bila perlu ditempatkan salah satu petugas medis di tiap lokus pelayanan kendaraan seperti terminal dan tempat masyarakat menunggu kendaraan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jasa melalui kerjasama dinas perhubungan, dinas kesehatan dan kepolisian.

Baca Juga:  PMKRI Kupang Minta Pemprov NTT Perketat Pelabuhan dan Bandara Cegah Penyebaran Corona

“Hal ini penting bagi kami bila dilihat dari pola penularan Covid-19 yang rentan terjadi pada kerumunan. Yang kita ketahui bersama, pada kendaraan umum misalnya angkot/bemo belum memiliki sarana yang cukup, sehingga bila ada salah satu pengidap  didalam kendaraan akan sangat berpotensi menular ke semua orang. Kalau ini jangan dianggap sepele. Imbauan jaga jarak satu meter tidak memungkinkan bagi pengguna jasa transportasi. Kita lihat sendiri bemo Kota Kupang. Di dalam basesak (sesak, red.), tasese (berdempetan, red.) semua tuh,” jelas Oswin.

Baca Juga:  Mengusung #POLRIUNTUKINDONESIA, Polda Sulawesi Tenggara Gelar Donor Darah

Menurut Oswin, PMKRI Cabang Kupang siap mebangun kerja sama dengan pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang.

“Sejauh ini sudah ada koordinasi dengan beberapa gugus tugas. Kita sementara melakukan pendataan dan pemetaan anggota untuk masuk dalam tim sukarelawan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, mari kita lawan penularan Covid-19 dengan membangun kesadaran dan disiplin terhadap segala himbauan dan arahan pemerintah maupun Gereja. Bentuk kerja sama paling nyata hari ini adalah dengan membangun kesadaran dari dalam diri,” pungkas Oswin. (fwl/fwl)