PMKRI Kupang Kecam Oknum DPRD TTS yang Ancam dan Maki Pastor

oleh -685 views
Ketua PMKRI Kupang, Adrianus Oswin Goleng.

KUPANG, suluhdesa.com – Oknum anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi Nasdem, Hendrik Babys (HB) yang diduga mengeluarkan kata-kata kasar juga mengajak “duel” pemimpin umat  Romo Yeremias Yohanes Watimena, Pr adalah sikap dan tindakan yang tidak terpuji. Apalagi dia sebagai pejabat publik yang mestinya memberi teladan  bagi sesama, baik ucapan maupun tindakan. 

“Sebagai pejabat, apapun persoalan yang dihadapi harus lebih arif dan bijaksana bukan  menunjukan watak arogansi dan premanisme. Ini tindakan bar-bar yang tidak pantas ditiru yang justru merusak citra lembaga dewan terhormat. Kami mengecam oknum Anggota DPRD TTS, HB ini,” ucap Adrianus Oswin Goleng, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang kepada Media SULUH DESA pada hari Minggu (22/03/2020) dini hari.

Menurut Oswin, PMKRI Kupang mengutuk keras dan meminta pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, umat, termasuk hirarki Gereja paling lambat satu kali dua puluh empat jam (1×24 jam). Sebab tindakan ini telah melukai hati, tidak hanya Romo sebagai korban melainkan seluruh masyarakat lebih khusus umat Katolik.

Baca Juga:  Kantor Koramil Terendam Banjir, Satlantas Polres Gresik Serahkan Bantuan

“Oleh karena, kami mendorong dan mendukung penuh langkah-langkah yang sudah ditempuh. Sembari kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Katolik untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang justru menambah keruh suasana di tengah situasi nasional dan daerah yang sedang melakukan social distancing akibat wabah Covid-19,” tegas Pria muda asal Bajawa itu.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian sambil terus mengawal proses lanjutan.

“Kita juga meminta kepada pimpinan Partai Nasdem agar segera mengambil langkah  tegas, bila perlu memecat apabila terbukti melakukan tindakan  sesuai pemberitaan. Sehingga dari kejadian ini memberikan efek jerah dan pendidikan moral bagi kita sekalian lebih khusus mereka yang sedang mengemban tugas dan tanggung jawab publik,” imbuh Oswin.

Dilansir dari Kompas.com, tak terima dimaki dan diancam akan dipukuli, Romo Yeremias Yohanes Watimena, Pr, Pastor rekan Paroki Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus Panite yang bertugas di Stasi Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan seorang anggota DPRD setempat ke polisi.

Baca Juga:  Polda NTT Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Wartawan di Malaka

Romo Jhon begitu ia biasa disapa, melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten TTS berinisial HB, di Polres TTS, Sabtu (21/03/2020) siang. Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari, ketika dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon Sabtu malam, membenarkan laporan itu.

“Betul, dilaporkan tadi siang dan kami siap tindaklanjuti laporan itu,” kata Jamari, singkat.

Dihubungi terpisah, Romo Jhon mengaku melaporkan hal itu karena dimaki dan diancam akan dipukul oleh HB. Selain itu, kata Romo Jhon, dirinya juga dihina di depan sejumlah warga dari agama lainnya yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian.

“Dia maki saya berulang kali di depan banyak orang dan sebut daya preman. Bahkan, sempat dorong saya dan mau pukul. Saya hanya diam saja,” ungkap Romo Jhon.

Kejadian itu, kata Romo Jhon, bermula pada 19 Maret 2020 kemarin, sekitar pukul 08.30 Wita, dirinya bertemu dengan HB untuk mengklarifikasi kalimat yang diucapkan sang legislator di mimbar Gereja Santo Dominikus Noemuke.

Baca Juga:  Wartawan Sergap Jadi Tersangka, Polres Malaka Sewenang-wenang

“Dia sampaikan ke umat, bahwa saya hanya tidur bangun dan buang air besar di Kampung Noemuke dan menyebut saya kecil seperti kuku jari tangan. Sehingga saya mendatangi rumahnya untuk klarifikasi,” kata Romo Jhon.

Menurut Romo Jhon, apa yang disampaikan HB, terkait dirinya mendidik umatnya di wilayah itu, karena sudah jarang ke gereja dan tidak bekerja lagi.

“Itu masalah saya dengan umat sehingga mereka keluhkan hal itu kepada dia, sehingga di depan mimbar, anggota dewan menyebut saya seperti itu,” ungkap Romo Jhon.

Rupanya, kata Romo Jhon, saat dirinya menanyakan langsung ke HB, sang anggota dewan langsung membenarkan dan malah terus memakinya. Bahkan, Romo Jhon nyaris dipukul oleh HB. Karena tak terima diperlakukan seperti itu, Romo Jhon kemudian mendatangi Mapolres TTS.

“Saya akan tetap proses dia dan tetap lanjut dan saya tidak ingin intervensi dewan dalam mengurus umat saya,” kata dia. Selain ke polisi, dirinya akan mengadukan anggota DPRD itu ke Partai Nasdem. (fwl/fwl)