Masyarakat Jangan Panik Dengan Corona, Tetap Belanja di Pasar

oleh -316 views
Dirut Pasar Tohaga, H. Haris Setiawan.

BOGOR, suluhdesa.com – Virus Corona atau nama lain Covid- 19 sekarang ini telah mewabah di seluruh dunia, Kota Wuhan di China menjadi tempat pertama ditemukannya kasus corona. Tak terkecuali di Indonesia pasca terjangkitnya dua warga asal Depok yang positif virus corona.

Dirut Pasar Tohaga, H. Haris Setiawan kepada wartawan pada hari Rabu (18/03/2020) menjelaskan asal muasal  virus Corona ini menyebar.

“Virus corona baru, bernama Severe Acute Respiratory Syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), tadinya diidentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit pernapasan pertama kali terdeteksi di Wuhan, Cina pada 2019. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini dinamai coronavirus disease 2019 (COVID-19), Coronavirus menyebabkan pilek dengan gejala utama seperti demam, dan sakit tenggorokan akibat pembengkakan kelenjar adenoid,” jelasnya.

Baca Juga:  Partai Demokrat Sumbangkan Alat Kesehatan untuk Tenaga Medis di DKI Jakarta

“Sebenarnya virus corona sudah ditemukan sejak lama, baik pada manusia maupun hewan. Sejak tahun 1960 terdapat tujuh jenis virus corona yang ditemukan hingga tahun 2019 kemarin dengan nama Novel Corona Virus,” tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama dijelaskan pula “Tujuan utama diadakan sosialisasi dan peringatan terhadap Virus Corona atau Covid-19 ini adalah supaya kita semua paham dan saling peduli tentang bagaimana virus ini menyebar dan tidak bisa dianggap enteng,” terangnya.

Baca Juga:  ODP Corona 165 Orang, Karo Humas NTT; Masyarakat Jangan Panik

Bagaimana upaya pencegahannya?

Tak hanya menyebar melalui satwa liar, 2019-nCoV juga menginfeksi antar manusia melalui batuk maupun bersin. Oleh karena itu, masyarakat diimbau ikut mencegah penyebaran virus, antara lain dengan:

1.Menjaga imunitas

2.Menjaga lingkungan

3 Rajin mencuci tangan

4.Menggunakan masker saat sakit (bagi yang sakit)

5.Mengolah makanan dengan tepat

6.Jangan konsumsi satwa liar

7.Segera ke dokter apabila mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, flu, batuk, demam, atau sesak nafas.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penyebaran virus corona tidak bisa dianggap enteng,terlebih di pusat keramaian termasuk Pasar Tradisional. Karena Pasar Tradisional selalu ramai dikunjungi oleh setiap orang ,baik itu pedagang atau pembeli setiap harinya.

Baca Juga:  Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat di Indonesia, Masyarakat Masih Santuy?

Haris mengimbau kepada setiap masyarakat Kabupaten Bogor, terutama kepada pengunjung pasar, untuk selalu menjaga kebersihan. Para pedagang harus memastikan dagangannya tetap bersih. Begitu pula para pengunjung harus tetap waspada.

“Jika ada yang dicurigai terdampak corona segera hubungi unit terdekat dan kami akan bantu menghubungi layanan cepat tanggap corona. Jangan Panik dan tetap belanja di Pasar Rakyat. Gunakan selalu masker dan biasakan untuk mencuci tangan setiap beraktivitas,” pungkasnya. (fwl/fwl)