WVI Bagikan Paket Pulih Sebagai Respon Demam Berdarah Dengue di Sikka

oleh -389 views
Foto Ilustrasi Demam Berdarah

JAKARTA, suluhdesa.com – Pada 22 Januari 2020, Pemerintah Indonesia menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini, jumlah kasus DBD sudah mencapai 1.216 kasus dengan 14 orang meninggal dunia, yang sebagian besar merupakan anak-anak berusia 15 tahun ke bawah.

Wahana Visi Indonesia (WVI) memiliki area dampingan di Sikka, NTT sejak 2008. Karena wabah ini 10 anak dampingan WVI juga ikut terdampak, 6 anak dinyatakan sembuh dan 4 anak masih dalam proses perawatan.

Merespon kondisi ini, WVI melakukan beberapa upaya agar wabah ini tidak meluas dan tertangani dengan baik, antara lain pemberian paket makanan sehat untuk memulihkan kesehatan anak-anak seperti paket pulih yang berisi telur dan kacang hijau. Selain itu WVI juga melakukan tindakan preventif dengan melakukan sosialiasi pencegahan DBD, yang berkerjasama dengan Pemerintah Desa, Puskesmas, sekolah-sekolah, dan Gereja. Serta melakukan pemantauan (monitoring) kondisi di wilayah NTT terkait potensi wabah ini meluas.

Baca Juga:  Media Jangan Hakimi Kepala Desa Hikong Sebagai Penyebab Matinya Bayi

Hal ini disampaikan oleh Amanda Putri Nugrahanti, Media Relation Executive WVI kepada Media SULUH DESA pada hari Senin (16/03/2020) via pesan Whatsapp pukul 14.30 wita.

Telur mengandung banyak protein yang baik untuk masa pemulihan dan meningkatkan energi tubuh. Kacang hijau juga mengandung kalsium, zat besi, zinc, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B, folat, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K. Ragam nutrisi lain yang ada dalam kacang hijau adalah mangan, selenium, magnesium, dan karbohidrat yang tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh yaitu meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu pembentukan sel darah merah.

Baca Juga:  Pilkada Malaka, DPP Golkar Resmi Berikan SK Kepada Pasangan SBS-WT

“Upaya-upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab WVI sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada anak. Selain 10 anak yang sudah terdampak, masih banyak lagi anak-anak lainnya di wilayah dampingan kami Kab. Sikka yang perlu kita perhatikan dan lindungi kesehatannya. Karena itu upaya preventif diperlukan agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban wabah DBD ini,” kata Abner Radanni Sembong, Area Pelayanan Manager Sikka.

Secara internal, WVI menghimbau karyawan yang bertugas di Kabupaten Sikka untuk mencegah terjangkitnya wabah DBD dengan menggunakan lotion anti nyamuk & kelambu saat tidur, membersihkan lingkungan terutama dari genangan air di sekitar rumah, serta menjaga kesehatan dan gizi makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga:  Semua Pihak Harus Menghapus Praktik Prostitusi di NTT

Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI. (vrg/vrg)