Balita yang Diculik TKI di Malaysia Dikembalikan ke Ibunya

oleh -391 views
NCB Interpol Indonesia telah menyerahkan balita tersebut kepada ibu kandungnya di Mapolda Jawa Timur, Surabaya hari Jumat (13/03/2020).

SURABAYA, suluhdesa.com – Balita yang masih berumur tiga tahun diduga menjadi korban penculikan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di malaysia, yang tak lain adalah sepasang suami istri. Dan kini NCB Interpol Indonesia telah menyerahkan balita tersebut kepada ibu kandungnya di Mapolda Jawa Timur, Surabaya hari Jumat (13/03/2020).

Ibu kandung itu bernama Rosdiana. Saat penyerahan balita tersebut, Rosdiana tak mampu menahan haru dan air matanya tampak menetes. Namun tak hanya Rosdiana, pasangan yang membawa balita itu ke Indonesia juga menangis sesenggukan, keduanya tak ingin berpisah dengan balita yang sudah dirawatnya sejak bayi.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho S Wibowo mengatakan Rosdiana telah datang menjemput anaknya sejak semalam.

Baca Juga:  Bupati Jawa Timur Sambut Baik Program Bantuan Yayasan STAPA Center Tangani Corona

“Kebetulan ibu kandungnya sudah datang tadi malam mendarat dari Malaysia, pagi ini kami lakukan proses penyerahan kembali kepada keluarganya dan sesuai dengan mekanisme permintaan dari Interpol Malaysia,” kata Nugroho.

Nugroho mengatakan, sejauh ini tak ada kendala yang berarti dalam proses penjemputan balita dan pengembalian ke orang tuanya. Karena, orang tua kandung balita tersebut telah mengenal baik pasutri yang membawa balitanya.

Baca Juga:  Kontainer Terbakar Di Surabaya, Satu Korban Warga NTT

“Atas laporan dari kepolisian setempat di Malaysia lalu bersurat pada kami di Jakarta, NCB Interpol untuk memohon bantuan dan mengingat juga identitas keluarga yang membawa anak ini juga jelas dan dikenal anaknya, maka Polda Jatim dan jajaran tidak menemui banyak hambatan dalam mencari orang-orang ini,” jelas Nugroho.

Sementara itu, Rosdiana mengaku berterima kasih atas apa yang dilakukan jajaran kepolisian. Namun, dia enggan berkomentar banyak.

“Saya terima kasih banyak kepada bapak polisi,” ucap Rosdiana.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke Polis Di Raja Malaysia, sejak Desember 2019. Dari situ, PDRM kemudian berkoordinasi dengan KBRI Indonesia dan ditemukan di Pasuruan.

Baca Juga:  Jelang Tahun Baru Polrestabes Surabaya Tangkap Pengedar 1.500 Butir Pil Koplo

“Anak yang berstatus sebagai warga negara Malaysia itu, dibawa oleh kedua tersangka sejak Desember 2019 lalu dari Selangor, Malaysia ke Pasuruan oleh mereka, (tersangka) AW dan S,” kata Kapolda Jatim Irjen pol Luki Hermawan di Mapolda setempat.

Kapolda mengungkapkan, alasan penculikan menurut kedua tersangka adalah, mereka meminjam sang anak sebagai ‘pancingan’ lantaran tujuh tahun menikah, tak kunjung diberi keturunan. (Sum/Tim)