Reporter Dari Washington DC Wawancarai Marius Jelamu Terkait Taman Komodo

oleh -233 views
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sedang menjawab pertanyaan yang diajukan reporter National Public Radio yang berbasis di Washington DC Amerika Serikat, Ashley Westerman, Jumat (13/03/2020).

KUPANG, suluhdesa.com – Ternyata efek pemberitaan yang terpublikasi melalui berbagai media massa pers di Provinsi NTT yang dikerjakan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT mendapat tanggapan dan respons yang positif dari berbagai pihak di belahan dunia. Terbukti Jumat (13/03/2020) pagi, reporter National Public Radio yang bermarkas di Washington DC, Ashley Westerman menghubungi dan mewawancarai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

“Halo. I am Ashley Westerman from Washington DC. I am a reporter with National Public Radio. I am doing a story about the proposed change in entrance fees to Komodo National Park. I understand the decision is still under debate but it would be good to hear what the local tourism body thinks about the change, especially given the revenue Komodo National Park brings in. Would you be available to do a phone interview with me this week or next, or give me a comment via WhatsApp for my story? (Halo. Saya Ashley Westerman dari Washington DC. Saya seorang reporter di National Public Radio. Saya sedang membuat berita tentang usulan perubahan biaya masuk ke Taman Nasional Komodo. Saya mengerti keputusannya masih dalam perdebatan tetapi akan lebih baik untuk mendengar apa yang dipikirkan oleh badan pariwisata setempat tentang perubahan tersebut, terutama mengingat pemasukan Taman Nasional Komodo. Apakah Anda bersedia melakukan wawancara telepon dengan saya minggu ini atau berikutnya, atau beri saya komentar melalui WhatsApp untuk berita saya? ” tulis Ashley Westerman, seperti dikutip dalam pesan whatsApp yang diterima redaksi Jumat siang.Ashley Westerman menambahkan, “Our audience would very much benefit from hearing your perspective on this as more Americans seem to traveling to Indonesia to visit Komodo Island. (“Para pendengar kami akan sangat diuntungkan dengan mendengar sudut pandang Anda tentang hal ini karena semakin banyak orang Amerika yang bepergian ke Indonesia untuk mengunjungi Pulau Komodo).”

Dalam pesan whatsApp itu Ashley Westerman juga menulis, A little bit about NPR: NPR is a private, non-government, non-profit satellite-based network serving a growing audience of nearly 30 million Americans each week via more than 680 public radio stations. “NPR Online at www.npr.org brings hourly newscasts, news features, commentaries and live events to millions more Internet users through original online reports, audio streaming and other multimedia elements. NPR also distributes programming to listeners in Europe, Asia, Australia and Africa via NPR Worldwide and throughout Japan via cable. We are a reliable and trusted news source for many movers and shakers here in Washington as well as a main news source for many Washington-based foreign diplomats (“Sedikit tentang NPR: NPR adalah jaringan berbasis satelit swasta, non-pemerintah, dan nirlaba yang melayani hampir 30 juta orang Amerika setiap minggu melalui lebih dari 680 stasiun radio publik. NPR Online di www.npr.org menghadirkan siaran berita, feature berita, komentar dan acara langsung setiap jam kepada jutaan lebih banyak pengguna Internet melalui laporan online asli, streaming audio, dan elemen multimedia lainnya. NPR juga mendistribusikan pemrograman kepada pendengar di Eropa, Asia, Australia dan Afrika melalui NPR Worldwide dan seluruh Jepang melalui kabel. Kami adalah sumber berita yang andal dan terpercaya untuk banyak penggerak dan pelopor di sini di Washington serta sumber berita utama bagi banyak diplomat asing yang berbasis di Washington),” tulis Ashley Westerman.

Baca Juga:  Resmi Ditutup, Sayembara Logo dan Mars Pesparani 2020 Diikuti 94 Peserta Lintas Agama

Karo Jelamu Ardu Marius yang dikonfirmasi usai wawancara dalam bahasa Inggris bersama Ashley Westerman mengatakan, pemberitaan yang dilakukan selama ini mempunyai efek yang luar biasa bagi publik.

“Setiap kali kita beritakan berbagai kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang dilakukan oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi melalui berbagai media maka banyak pihak yang mengetahuinya,” jelas Marius memberi alasan.

Baca Juga:  Sambut HUT ke 74, Persit KCK Koorcab Rem 161 Bagi Masker

Apalagi sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, kebijakan terhadap pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

“Sudah diputuskan melalui kewenangan konkuren agar pengelolaan TNK dilaksanakan secara bersama antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Pemerintah Provinsi NTT,” kata Marius.

Baca Juga:  Terima kunjungan Parmusi NTT, Ini Pesan Danrem 161/Wira Sakti

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar humas pemerintah baik di provinsi maupun di kabupaten/kota se NTT terus mempublish berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur juga para bupati dan Walikota Kupang.

“Berbagai kegiatan yang dipublish itu tentu berdampak terhadap publik. Apa yang dikerjakan tentu harus didokumentasikan dengan baik dan dipublish agar diketahui oleh publik apa yang dikerjakan oleh para pemimpin di daerah ini,” tandas Doktor Penyuluh Pembangunan jebolan IPB Bogor. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)