Terbentuk Kepengurusan IKADA Bali Periode 2020-2022, Harus Punya Komitmen

oleh -633 views
Rapat perdana Pengurus Ikatan Keluarga Ngada berlangsung Jumat (06/03/2020) di kediaman Fransiskus Xaverius Doy di Jalan Graha Pusaka, Pusaka Residence Blok 5/8, Jimbaran, Kota Denpasar, Provinsi Bali yang dihadiri oleh para sesepuh dan utusan dari sub unit yang tergabung dalam organisasi Ikatan Keluarga Ngada Bali.

DENPASAR, suluhdesa.com – Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Bali menggelar rapat perdana pasca pemilihan Ketua Umum pada hari Minggu (01/03/2020) lalu. Rapat perdana berlangsung Jumat (06/03/2020) di kediaman Fransiskus Xaverius Doy di Jalan Graha Pusaka, Pusaka Residence Blok 5/8, Jimbaran, Kota Denpasar, Provinsi Bali yang dihadiri oleh para sesepuh dan utusan dari sub unit yang tergabung dalam organisasi Ikatan Keluarga Ngada Bali.

Sebelumnya pada Minggu (01/03/2020) bertempat di Balai Paroki Tritunggal Tuka  telah diselenggarakan pemilihan Ketua Umum secara langsung dan demokratis. Calon yang maju pada pemilihan ini adalah Fransiskus Xaverius Doy, Herman Yoseph Siu dan Hendrikus Gata. Pemilihan itu berakhir dengan terpilihnya Fransiskus Xaverius Doy sebagai Ketua Umum IKADA Bali periode 2020-2022.

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum, Senin (02/03/2020) pria yang akrab disapa Fancy Doy ini membangun komunikasi dengan Ketua Umum IKADA Bali periode 2018-2020 Andreas Dhone untuk bersama-sama menyusun struktur organisasi. Hasilnya adalah rapat perdana pada Jumat (06/03/2020) yang dihadiri oleh para sesepuh IKADA Bali  dan para utusan dari sembilan sub unit yang bergabung  di IKADA Bali. Sub Unit ini terbentuk berdasarkan kecamatan yang ada di Ngada minus kecamatan di wilayah Riung  yang sampai saat ini tidak bergabung dengan IKADA Bali. Selain berdasarkan kecamatan, juga berdasarkan  kelompok asal yang sama.

Sekretaris Umum IKADA Bali Stefanus Haryanto yang dihubungi Media Suluh Desa hari ini Kamis (12/03/2020) membenarkan rapat perdana dipandu langsung oleh Ketua Umum terpilih Fransiskus Xaverius Doy. Agenda utama rapat  perdana ini adalah menyusun struktur organisasi IKADA Bali periode 2020-2022. Sebelum mengumumkan Struktur Kepengurusan, Ketua terpilih memberikan gambaran bahwa sesuai dengan apa yang dipaparkan saat menyampaikan visi-misi dan juga  apa yang disampaikan saat sambutan setelah pesta demokrasi pemilihan, Ketua terpilih menginginkan perjalanan IKADA Bali ke depannya mempunyai warna tersendiri. Dalam artian apapun yang akan dilakukan pointnya adalah meletakan dasar, bahwa seyogyanya seperti inilah organisasi harus berjalan. Ini bisa dijadikan dasar pijakan siapapun yang diberikan mandat untuk menahkodai IKADA Bali ke depannya.

Baca Juga:  Arnoldus Wea Bagikan APD untuk Puskesmas Inerie dan Aimere

Ketua Umum terpilih IKADA Bali periode 2020-2022 Fancy Doy yang dihubungi Media Suluh Desa hari ini, Kamis (12/03/2020) membenarkan bahwa untuk mendukung gerak langkah IKADA Bali ke depan maka dalam kepengurusan, siapa pun yang dipercayakan menduduki seksi tertentu mesti punya kesamaan persepsi, kesamaan pandangan dan kesamaan gerakan. Lebih dari itu punya komitmen bersama untuk mencapai suatu goal.

“Komunikasi yang dibangun ke depannya tidak hanya fokus pada bidangnya masing-masing. Kita bekerja tidak sebatas pada biro atau seksi masing-masing tetapi perlunya team work atau kerja sama lintas biro. Ini tanggung jawab besar yang wajib kita lakukan dan kita jalankan dan diharapkan respon publik diaspora IKADA Bali yang ada di setiap sub unit, para sesepuh dan pihak-pihak lain,” ujar Fancy Doy.

Menurut Fancy Doy, dalam struktur organisasi IKADA Bali periode 2020-2022 dirinya akan menyelipkan unsur manajerial dalam mendayung bahtera IKADA Bali. Itu artinya yang memimpin di biro-biro tertentu bersama wakil dan anggota nantinya terbentuk berbanding lurus seperti seorang manajer pada sebuah perusahaan.

Baca Juga:  Serda Yunus Tasebab Babinsa Ramil 1604-10/Batakte Tolong Mama Berta yang Pingsan

”Sebagai Ketua saya akan meminta pertangungjawaban, membangun komunikasi melakukan evaluasi berkala secara internal dalam kepengurusan inti,” tegasnya.

Adapun struktur organisasi IKADA Bali periode 2020-2022 adalah sebagai berikut. Dewan Penasihat: Paul Edmundus Talo, Robertus Deru, Fransiskus Weo, Maria Kedhi Mole, Bonefasius Sua Resa, Marselinus Hendrikus Botalawe, Ivan Dhulo, Leonardus Ago Bia, Fritz Reo, Andreas Dhone dan Herman Joseph Siu Ngadha. Ketua Umum: Fransiskus Xaverius Doy, Wakil Ketua: Fransiskus Xaverius Wety, Bendahara Umum: Titis Hanifa dan Sekretaris Umum: Stefanus Hariyanto.

Sedangkan Koordinator Sub Unit Jerebuu: Damianus Daku, Sub Unit Boba Ezzo: Gregorius Godhi, Sub Unit  Aimere-Inerie: Hendrikus Gata, Sub Unit Loka Soa: Maichel Calvirad Meo, Sub Unit Lobo Butu: Hans Mume, Sub Unit Tubolewa: Fancy Ria, Sub Unit Golewa: Marianus Buku, Sub Unit Tanbora: Yakobus Rani, Sub Unit Sa’ate Ruto: Fancy Soro, Pemuda dan Mahasiswa Inerie United: Enom Beo.

Ada pun koordinator biro-biro sebagai berikut. Biro Hubungan Masyarakat, Informasi dan Komunikasi: Alfian Sapu, Biro pemberdayaan perempuan Sang Dewi IKADA: Walburga Dede, Netanya Doy, Maria Goreti Moi, Elisabeth Efendi, Maichel Calvirad Meo. Biro organisasi Pemuda dan Olahraga: Yakobus Rani, Hendrikus Gata. Biro Satuan Tugas dan Keamanan: Flory Ture, Kristoforus Gizi, Boy Farano.

Baca Juga:  Lakukan Penghinaan, Gadis Asal Langa Laporkan Anggota Polres Sikka ke Polres Ngada

Selanjutnya Biro Orang Sakit dan Kedukaan: Yohanes Uwa. Biro Seni dan Budaya: Ignasius Fransiskus Uwa, Hendrikus Menge, Patris Niki. Biro Kerohanian: Kamilus Madur, Yohanes Wogha. Biro Usaha Mandiri dan Sumber Dana: Elys. Biro Media, Informasi dan Dokumentasi: Agust G Thuru. Biro Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia: Laurensius Brindisi Deru, Yosinta Maria Taborat, Hironimus Gili dan Maichel Calvirad Meo.

Dijelaskan Sekretaris Umum Stefanus Haryanto, susunan kepengurusan ini tidak menutup kemungkinan akan direvisi kembali dengan pertimbangan mungkin ada figur yang lebih baik, yang masih tersimpan di balik tumpukan jerami, jika faktanya dari evaluasi kinerja yang nantinya akan dibuatkan secara periodik tidak menggembirakan.

”Kerjasama di antara kita tentu menjadi harapan dan juga sekaligus kunci untuk memajukan atau menghidupkan paguyuban kita,” imbuh Haryanto.

Ke depan, menurut Ketua Umum IKADA Bali terpilih Fancy Doy, hal urgen yang  harus segera dilakukan adalah merampungkan AD/ART IKADA Bali sebagai acuan dasar dalam mengambil setiap kebijakan terkait hak dan kewajiban anggota yang nantinya akan disosialisasikan lagi ke setiap sub unit. Juga perlu dibangun komunikasi yang elok antara pengurus Inti dan Ketua Sub unit sehingga tidak menimbulkan kesan berjalan sendiri-sendiri. Terkait undangan yang dikeluarkan pihak kesekretariatan sangat diharapkan respon positif dengan kehadiran para Ketua Sub Unit. Warga diaspora Ngada di Bali diharapkan terdaftar di setiap sub unit. (agust g thuru/agust)