Rm. Yudel Neno; Apresiasi Polda NTT yang Tahan 8 Tersangka Proyek Bawang Merah

oleh -205 views
Pastor Yudel Neno, Pr

MALAKA, suluhdesa.com – Korupsi harus diberantas. Karena itu, sebagai tokoh agama, Rm. Yudel Neno, Pr, meminta supaya semua tokoh baik itu tokoh pemerintah, agama, masyarakat, adat perlu mengapresiasi penyidik Tipikor Polda NTT, yang hingga kini telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan praktek korupsi terhadap pengadaan bibit bawang merah brebes; salah satu program Revolusi Pertanian Malaka (RPM); program unggulan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH.

Ini disampaikan Romo Yudel kepada Redaksi Media SULUH DESA lewat pesan whatsapp pada hari Kamis (12/03/2020) pukul 23.50 wita.

“Saya meminta semua masyarakat untuk turut memantau proses yang sudah, sementara dan akan dilaksanakan oleh pihak kepolisian Polda NTT ini, bukan dalam arti saling memprovokasi tetapi mengacu pada prinsip bahwa yang namanya kebenaran, paling disukai oleh banyak orang,” tegas Romo Yudel.

Romo Yudel juga mengatakan bahwa, sebagai Pastor Rekan di Paroki Santa Maria Fatima Betun, dirinya mengapresiasi kerja sama dan kerja baik selama ini.

Baca Juga:  DY. Bere, Tokoh Pembangunan Belu-Malaka Itu Telah Pergi

“Tetapi segala praktek pelanggaran oleh siapapun, harus dilawan, dan saya sangat hobby, karena itulah salah satu tugas kenabian saya sebagai Pastor dengan mempedomani amanat Yesus Kristus tentang bagaimana seharusnya manusia beriman saling memperlakukan,” ucap Romo Yudel.

Dikutip dari media sergap.id, diberitakan bahwa, Polda NTT menahan 8 tersangka kasus proyek pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 9,6 miliar dari total Rp 10,8 miliar yang ditenderkan pada tahun 2018. Delapan tersangka itu kini sudah ditahan di sel Mapolres Kupang kota.

Sebelum menahan Direktur CV Timindo, Simeon Benu, pada Rabu (11/03/2020) siang, Polda NTT terlebih dahulu menahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, dan dua makelar proyek, yakni Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot dan Egidius Prima Mapamoda pada Jumat (06/03/2020) sore, serta mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Malaka Martinus Bere alias Manjo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yosef Klau Bere, Ketua Pokja Agustinus Klau Atok, dan Sekretaris Pokja Karolus Antonius Kerek pada Senin (09/03/2020) sore.

Baca Juga:  Peserta Tes CPNS Kabupaten Malaka Berjumlah 3.649 Orang

Usai diperiksa, semua tersangka langsung ditahan di sel Mapolres Kupang Kota, dan mereka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari.

“Dari proyek senilai Rp 9,6 Miliar lebih itu, negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar lebih,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Johannes Bangun kepada wartawan di Mapolda NTT, Kamis (12/03/2020) siang.

Menurut Johannes, para pelaku melakukan markup harga bibit bawang merah hingga menyebabkan terjadinya kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP NTT Nomor: SR-1455 / PW24 / 5/2019 tanggal 25 Nopember 2019.

Selain tersangka, Polda NTT juga mengamankan barang bukti berupa 2 box berisi dokumen perencanaan, proses pengadaan, dokumen pelaksanaan kontrak, serta dokumen pembayaran paket pekerjaan benih bawang merah, satu unit Mobil HRV Warna Hitam dengan Nomor Polisi W 1175 VK senilai Rp400 juta, uang tunai sebesar Rp 665.696.000.

Baca Juga:  Bupati Malaka; Pemandangan di Desa Sisi Sangat Indah, Cocok Jadi Tempat Wisata

“Total penyelamatan keuangan negara sebesar Rp1.065.696.000,” ucap Johannes.

Pada tempat yang sama, Dirkrimsus Polda NTT, Kombes Pol Hery Try Muryadi, mengatakan, para tersangka dikenai Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat 1 Ke-1e KUH Pidana.

Selain delapan tersangka yang sudah ditahan, masih ada lagi satu tersangka yang sudah dua kali mangkir dari panggilan Polda NTT, yakni Tony Baharudin alias Tony Tanjung yang saat ini sedang bersembunyi di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Polisi akan melakukan upaya paksa untuk menangkap Tony Tanjung. (fwl/sergap.id/red)