Kadis PUPR Malaka Pantau Lokasi Longsor, Akan Dilaporkan ke Bupati SBS

oleh -246 views
Jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka pada hari Kamis (12/03/2020) pukul 19.30 Wita melakukan pemantauan di lokasi tanggul yang mengalami longsor.

MALAKA, suluhdesa.com – Jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka pada hari Kamis (12/03/2020) pukul 19.30 Wita melakukan pemantauan di lokasi tanggul yang mengalami longsor akibat meluapnya banjir dari kali Benenain di titik Lookmi, Desa Motaulun, Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

Pantauan itu untuk melihat perkembangan luapan banjir dan titik-titik rawan yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan segera dari pemerintah.

Turut hadir dalam pemantauan itu yakni Kepala Dinas (Kadis) PUPR Malaka Yohanes Nahak, Kabid Bina Marga Lorens Haba dan staf teknis Dinas PU, Pj Desa Motaulun Pius Kehi dan aparat desa Motaulun serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Pesan Bupati Malaka Saat Rekoleksi; Jangan Ambil Hak Orang

Kadis PUPR Malaka Yohanes Nahak kepada wartawan mengatakan, setelah melihat situasi di lapangan pihaknya akan melengkapi dengan data pendukung serta perhitungan kondisi riil di lapangan untuk dilaporkan kepada Bupati Malaka dr. Stef Bria Seran (SBS) guna mendapatkan arahan lebih lanjut.

”Besok kita dari Dinas PU turun ke lokasi untuk membuat dokumentasi titik-titik longsor termasuk melakukan pengukuran lokasi yang longsor,” jelasnya.

Kabid Bina Marga Lorens Haba mengatakan, sesuai pantauan di lapangan, air menggerus dari bawah sehingga bronjòng amblas dan urugan ikut roboh.

Baca Juga:  Pencairan Dana BOS di SMKN Kobalima Tidak Diketahui Bendahara

“Lebih jelasnya besok baru dilakukan pemantauan secara rinci termasuk menghimpun semua data kerusakan bronjong melalui dokumentasi dan pengukuran,” imbuh Haba.

Pj Kepala Desa Motaulun Pius Kehi mengaku jikalau longsoran di titik Lookmi, Desa Motaulun semakin meluas.

”Tadi saya bersama Bapak-Bapak Dewan kesini baru longsor sekitar empat meter dan malam ini kita lihat sudah bertambah kurang lebih 8 meter. Bronjong amblas ke bawah dan masuk ke kali kurang lebih sudah delapan meter. Kita berharap hujan di hulu sungai Benenain mulai reda sehingga debit air berkurang agar tidak meluas areal yang longsor,” ucap Pius Kehi.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Pemda Malaka Siap Buktikan Kalau Pernyataan Ketua Araksi Tidak Benar

Sekretaris Desa Motaulun Nikolas Berek kepada wartawan mengatakan lokasi longsor di desa Motaulun ini dikerjakan BWS NT II tahun 2010.

”Selama ini bronjongnya baik-baik saja tetapi saat ini mengalami longsor karena terjangan banjir bandang Benenain. Sebelum bronjong dikerjakan  biasanya kalau saat banjir via titik Lookmi dan Motaulun Dato di Desa Motaulun akan berimbas pada beberapa desa di Malaka Barat  yang terendam banjir bandang yakni Desa Motaulun, Desa Naas, Desa Maktihan, Desa Besikama, Desa Lasaen hingga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat,” pungkas Berek. (edi.s/edi.s)