Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah Dilaporkan ke Polda

oleh -807 views
Surat aduan di terima oleh Ditreskrimsus Polda Jateng dengan tanda terima aduan bernomor : STPA/135/III/2020/Reskrimsus, tertanggal 9 Februari 2020.

SEMARANG, suluhdesa.com – Salah satu anggota Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang, Purwito melalui Penasehat Hukumnya Hanitiyo Satria Putra SH., MH melaporkan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Tengah, BEP ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah. Surat aduan di terima oleh Ditreskrimsus Polda Jateng dengan tanda terima aduan bernomor : STPA/135/III/2020/Reskrimsus, tertanggal 9 Februari 2020.

Demikian rilis yang diterima oleh Redaksi Media SULUH DESA dari Penasehat Hukum Hanitiyo Satria Putra SH., MH pada hari Senin (09/03/2020) pukul 23.00 wita.

Hanitiyo menjelaskan secara rinci kronologis kejadian dugaan tindak pidana ujaran kebencian tersebut, berawal pada tanggal 7 Desember 2019 disekitar pukul 13.00 wib, di wilayah Tegalpanas arah ke Desa Poncoruso, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah terjadi perselisihan pendapat antara beberapa anggota Pemuda Pancasila dengan beberapa anggota salah satu ormas di Kabupaten Semarang yang kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polres Semarang.

Baca Juga:  Manfaatkan Potensi Air, Kepala Desa Ini Menyulap Desa Ponggok Menjadi Desa Wisata

Sekitar dua jam setelah kejadian tersebut, kemudiaan BEP, Ketua MPW PP Jateng,  mengirim pernyataan yang dikirim melalui Whatshapp (WA) group yang intinya menyampaikan kalau anggota PP yang sedang ada persoalan di Kabupaten Semarang,  bukan anggota Pemuda  Pancasila di bawah MPW tetapi anggota Pemuda Pancasila  pribadi.

Lebih lanjut Tio mengatakan, “klien kami Saudara Purwito jelas-jelas anggota Pemuda Pancasila yang bertempat tinggal atau beralamat di wilayah Kabupaten Semarang atau di wilayah Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kabupaten Semarang dibuktikan dengan KTA anggota PP yang sah milik klien kami, yang terdapat tandatangan Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) dan Ketua MPW, BEP.  Sehingga untuk kepentingan penegakan hukum, Saya sebagai Penerima Kuasa dari Saudara Purwito, membuat aduan ke Ditreskrimsus Polda Jateng terkait dugaan tindak pidana pasal 28 Jo Pasal 45 A Undang – Undang (UU) No 11 tahun 2008 yang sudah di perbaruhi dengan UU No 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal RP.1.000.000.000 (satu milyar rupiah), yang diduga dilakukan oleh Saudara BEP, ” jelas Tio.

Baca Juga:  Kapolres Malaka Absen Sidang Perdana Praperadilan Wartawan Sergap

Lebih lanjut Tio menyampaikan dan berharap agar hukum harus di tegakkan terhadap siapa pun orang yang diduga melakukan tindak pidana. “Kami menunggu langkah Kepolisian dalam menyikapi aduan saya tersebut,” lanjut Tio.

Seperti diketahui setelah beberapa waktu yang lalu Ketua MPW digugat di Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang terkait pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) MPC Kota Semarang yang diduga tidak sesuai AD/ART, kini muncul aduan dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang dilaporkan di Ditreskrimsus Polda Jateng. (fwl/fwl)