Video Dua ASN di Kabupaten Manggarai Barat Berkelahi Saat Jam Kerja

oleh -389 views
Paul Jeramun dan Rian Gampar terlibat adu jotos di Ruang Kehumasan Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu, 4 Maret 2020 sekitar pukul 11.30 Wita, tepat saat jam kerja sedang berlangsung.

LABUAN BAJO, suluhdesa.com – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT Paul Jeramun dan Rian Gampar terlibat adu jotos di Ruang Kehumasan kabupaten itu pada Rabu, 4 Maret 2020 sekitar pukul 11.30 Wita, tepat saat jam kerja sedang berlangsung.

Simak videonya di bawah ini dan berikan komentarmu.

Informasi yang diperoleh Floresa.co, perkelahian dipicu karena Jeramun, yang saat ini menjabat Kepala Bagian Organisasi diduga menekan dan mengintervensi pegawai di Humas Protokol.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi, Jeramun menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol yang kini dijabat oleh Rian.

Salah seorang seorang sumber Floresa.co yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, dirinya menyaksikan peristiwa itu saat dirinya tengah melintasi di depan Ruangan Kehumasan.

“Mereka dua berkelahi. Banyak yang nonton. Dan untung saja bisa dihentikan karena ada yang melerai dan terkapar ke lantai,” kata sumber itu.

Baca Juga:  Wagub NTT Pantau Kesiapan 3 Pulau di Manggarai Barat

Namun, ia tidak mengetahui alasan perkelahian tersebut. “Saya tidak tahu apa penyebab keduanya berkelahi,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Kabag Humas Rian irit bicara. Ia menyatakan dirinya terpaksa mengambil tindakan itu agar masalah dapat diselesaikan.

“Saya harus lakukan cara ini agar masalah ini selesai. Saya hanya mau menjaga saya punya tim dan saya tidak mau ada yang intervensi,” ujarnya tanpa merincikan intervensi apa yang dimaksud.

Rian menengaskan, dirinya tidak mau mencari masalah dengan siapa pun. Ia hanya ingin fokus menyelesaikan tugas publikasi kabupaten itu agar bisa dikenal lebih luas.

“Saya mau kerja baik agar Labuan Bajo ini semakin dikenal. Saya tidak akan memperpanjang masalah dan akan melakukan minta maaf,” katanya.

Baca Juga:  Lantik Enam Pejabat, Walikota Probolinggo; Segera Move On

Sementara Jeramun membeberkan alasan di balik peristiwa itu. Menurutnya, sejak dirinya tidak menjabat sebagai Kabag Humas, ia langsung menambahkan Rian Gampar sebagai salah satu admin publikasi Fb dan group WA.

Namun kata Paul, meski sudah menjadi admin, dirinya kembali memblokir mereka dari admin.

“Kalau ada yang tidak komen atau hanya liat saja ya saya blokir. Dan mereka saya keluarkan dari admin. Tetapi saya tidak pernah manfaatkan group itu untuk kebutuhan pribadi,” kata Jeramun.

Menurutnya, awal mula perkelahian sama sekali tidak direncanakan. Terjadi begitu saja saat ia melintasi depan Kantor Humas Mabar.

“Saya jalan depan Kantor Humas, tiba-tiba ada teriakan dan perkelaian terjadi begitu saja,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula membenarkan perkelaian kedua anak buahnya itu.

Baca Juga:  Petrus Selestinus; Oknum Polisi yang Aniaya 9 Anak Muda di Labuan Bajo Harus Diproses

“Saya sudah dengar karena ada yang melapor,” katanya.

Menurut Dula, perkelahian dipicu karena admin publikasi Humas Mabar diduga masih dipegang Paulus Jeramun.

“Diduga Paul masih memegang admin Humas. Bagi saya ya, yang terpenting untuk kepentingan publikasi siapa saja yang pegang silakan asal untuk tujuan yang baik,” ujarnya.

Dula mengaku dirinya mengaku tidak banyak tahu tentang dunia Informasi dan Telekomunikasi (IT).

“Saya tidak mengerti IT. Bahkan ada yang buatkan akun FB (Facebook-red) saya tetapi saya sendiri tidak tahu operasinya. FB saya dibuat mantan kabag humas seizin dari saya,” ujarnya.

Atas kejadian itu Dula mengaku tidak akan memberikan sanksi kepada kedua anak buahnya itu.

“Saya akan panggil agar diselesaikan secara baik,” pungkasnya. (sumber floresa.co/red)