Pendeta yang Cabuli Jemaatnya Selama 17 Tahun Ditetapkan Sebagai Tersangka

oleh -499 views
Oknum Pendeta yang mencabuli jemaatnya selama 17 tahun, yaitu Hanny Layantara (50) tidak berkutik saat digiring oleh aparat kepolisian dari Polda Jatim.

SURABAYA, suluhdesa.com – Seorang oknum Pendeta yang mencabuli jemaatnya yaitu Hanny Layantara (50) telah ditetapkan sebagai tersangka dan tertangkap di rumah temannya kawasan Perumahan Pondok Candra, Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, di mata jemaatnya, ia merupakan sosok orang yang bijak. Sebagai tokoh agama di Gereja Kawasan Embong Sawo, ia tak berkutik saat digiring ke Polda Jatim.

Pencabulan yang dilakukan Pendeta tersebut terjadi selama 17 tahun lamanya, sejak korban berusia 9 tahun. Pencabulan tersebut sejak tahun 2005 hingga tahun 2011 saat korban berada dibawah pengawasannya sebagai murid.

Baca Juga:  Warga dan Bhabinkamtibmas Desa Banjarsari Lockdown Lokal Cegah Penyebaran Corona

Aparat kepolisian Polda Jatim mendapatkan keterangan sebagai petunjuk penangkapan Pendeta itu dari keterangan korbannya. Keterangan-keterangan itu membuat polisi memiliki banyak bukti untuk menciduknya.

“Iya ada kesesuaian keterangan saksi, korban, kemudian alat bukti yang ada dengan keterangan si HL tersangka, kemarin (Jumat) sudah kita panggil (sebagai saksi). Dari keterangannya kita mendapatkan cukup bukti,” kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangi kepada awak media, Minggu (08/03/2020).

Baca Juga:  Rumah Sakit Rujukan Covid-19, RSUD Tongas Lengkapi Sarpras

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangi mendapat keterangan dengan adanya kesesuaian dan ditambah bukti cukup untuk menetapkan dirinya sebagai tersangka.

Informasi yang didapatkan aparat kepolisian Polda Jatim, bahwa Pendeta tersebut akan pergi ke luar negeri.

“Kita juga menambahkan bukti yang ada. Sehingga kita menetapkan sebagai tersangka. Setelah kita lakukan penangkapan, kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan ini kita belum tahu karena masih proses,” ucap Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangi.

Baca Juga:  18 PDP di Kabupaten Probolinggo Masih Tunggu Hasil Swab

Sebelumnya, Pendeta tersebut telah dilaporkan oleh keluarga korban sejak tanggal 20 Februari 2020 di Mapolda Jatim. Kasus ini diungkapkan oleh Aktivis Perempuan dan Anak, Jeannie Latumahina. Jeannie diminta oleh pihak keluarga korban untuk mengawal proses hukum yang berlangsung di Polda Jatim. (Sum/Sum)