Pemprov NTT Belum Anggarkan APBD Untuk Hadapi PON XX di Papua

oleh -299 views
Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Andre Koreh, ST., MT yang dikonfirmasi wartawan terkait persiapan KONI NTT menghadapi PON ke XX tahun 2020 di Papua pada Kamis (05/03/2020) di Hotel Naka-Kupang.

KUPANG, suluhdesa.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) hingga saat ini belum mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT TA 2020 untuk persiapan dan partisipasi sebanyak 84 orang atlet yang akan mewakili NTT di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Provinsi Papua pada 20 Oktober 2020 mendatang. Pemusatan Latihan (Training Center/TC) terancam gagal atau tak dapat dilaksanakan.

Demikian dikatakan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Andre Koreh, ST., MT yang dikonfirmasi wartawan terkait persiapan KONI NTT menghadapi PON ke XX tahun 2020 di Papua pada Kamis (05/03/2020) di Hotel Naka-Kupang.

Baca Juga:  Dana 60 Miliar Rupiah, Langkah Tepat Memotong Penyebaran Corona? 

“Hingga saat ini Pemprov NTT belum menganggarkan dana APBD untuk menghadapi PON XX di Papua. Padahal sesuai jadwal, pada Januari sampai Maret dilakukan desentralisasi latihan oleh masing-masing cabang olahraga (cabor). Mulai awal April 2020 akan dilakukan pemusatan latihan (training center/TC, red) hingga menjelang penyelenggaraan PON XX pada Oktober 2020. Jadi kalau tidak segera dialokasikan, yah Pemusatan Latihan tidak dapat dilaksanakan,” ungkap Andre Koreh yang didampingi pengurus KONI lainya.

Menurut Andre, pihaknya telah mengusulkan dana untuk menghadapi PON ke XX sejak tahun 2019. “Kami sudah presentasikan di depan Banggar DPRD NTT yang juga dihadiri Ketua DPRD NTT (saat itu, red) Anwar Puageno. Tetapi usulan kami belum diakomodir dalam APBD TA 2020. Persiapan teknis sudah dilakukan oleh cabang olahraga masing-masing tapi alokasi dananya belum ada hingga saat ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat di Indonesia, Masyarakat Masih Santuy?

Mengenai kebutuhan anggaran bagi 84 orang atlet PON, lanjutnya, pihaknya membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp 29 Miliar, termasuk bonus Rp 5 Miliar untuk para atlet. “Dana itu akan digunakan untuk membiayai persiapan para atlet dan keikutsertaan para atlet di PON XX,” jelas Andre.

Karena itu, Andre berharap Gubernur NTT dan DPRD NTT dapat segera mengalokasikan anggaran untuk membiayai kegiatan PON tersebut. “Kalau dialokasikan melalui perubahan anggaran, akan terlambat. Mekanisme anggaran yang dapat dipakai saat ini adalah penggunaan anggaran mendahului perubahan anggaran,” tandasnya.

Baca Juga:  Warga Kesal, Petugas Kebersihan Malaka Buang Sampah Sembarang di Desa Sanleo

Jika anggaran tersebut tidak segera dialokasikan, kata Andre, akan mengganggu persiapan para atlet dalam menghadapi PON ke XX. “Bagaimana para atlet bisa konsentrasi latihan kalau honornya tidak ada. Yang pasti akan berdampak pada persiapan dan mental para atlet,” paparnya.

Mengenai target medali dalam PON ke XX, Andre mengatakan bahwa dari 10 cabor yang diikuti atlet NTT, pihaknya menargetkan 10 medali emas yakni dari cabang cabor kempo 6 emas, tinju 2 emas, dan 2 emas dari silat.

“Berdasarkan hasil kejurnas, menurut kami, target 10 emas itu sangat realistis,” pungkasnya. (kt/tim)