Keuskupan Agung Kupang Ajak Umat Bangun Ekonomi Keluarga yang Bermartabat

oleh -578 views
Yohan Edangwala (Mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK), semester VIII. Sedang menjalani Masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Paroki St. Kristoforus Ba'a-Rote Ndao)

OPINI, suluhdesa.com – Gereja Katolik memasuki masa Prapaskah. Masa ini diawali dengan Rabu Abu. Masa “Ret-Ret Agung” ini akan dijalani selama 40 hari. Salah satu kebiasaan, untuk mengisi masa Prapaskah adalah Katekese atau sharing pengalaman iman. Tentu hal ini bukan merupakan suatu hal yang baru, bahwa setiap kali memasuki Masa Puasa, selain Umat Katolik mempersiapkan diri dengan berpuasa dan pantang sebagai wujud pertobatan, umat juga diajak untuk mendalami kehidupan iman.

Gereja lokal Keuskupan Agung Kupang (KAK) dalam masa Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2020 mengajak umat untuk mendalami sebuah tema “Membangun Kehidupan Ekonomi Keluarga yang Bermartabat”. Dari tema umum ini, dijabarkan dalam beberapa sub tema yaitu : (1). Keluarga di tengah persoalan sosial ekonomi, (2). Manusia sebagai pusat dan Tujuan Ekonomi. (3). Keluarga, Kehidupan Ekonomi dan Kerja. (4). Keluarga, Kehidupan Ekonomi dan Keutuhan Lingkungan Ekologis dan (5). Mewujudkan Kehidupan Keluarga yang Bermartabat.

Gereja Katolik melibatkan diri dalam urusan yang berkaitan dengan umatnya. Hal ini dilakukan sebagai wujud perhatian dari Gereja kepada umat. Usaha ini dilakukan untuk mengusahakan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Disini Gereja bukan menggantikan peran Negara, tetapi keduanya memiliki sifat otonom masing-masing. “Di bidang masing-masing negara dan Gereja bersifat otonom tidak saling tergantung. Tetapi keduanya, kendati atas dasar yang berbeda, melayani panggilan pribadi dan sosial orang-orang yang sama”(GS art. 76).

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI-RDTL Bagikan Pohon Natal Untuk Masyarakat di Perbatasan

Dari Keluarga

Keluarga merupakan satuan terkecil dalam masyarakat. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama seorang individu menerima kehidupan juga pendidikan. Keluarga menjadi pusat perhatian dari Gereja, sebab segalanya dimulai dari keluarga. Keluarga dilihat sebagai Gereja kecil atau menurut Konsili Vatikan II disebut sebagai Gereja rumah Tangga (Ecclesia Domestica), tentunya diharapkan agar keluarga kemudian bisa memberikan kehidupan bagi banyak orang.

Baca Juga:  Satu Abad SDK Inerie-Malapedho (2); Misi Pertama di Ngada Selatan

Keluarga selain sebagai media pendidikan iman, juga berperan untuk menopang kehidupan ekonomi. Tentu sesuai kenyataan, bahwa ada hal-hal yang kontradiktif yang berkaitan dengan keluarga ideal yang diharapkan sehingga Gereja lokal Keuskupan Agung Kupang memandang perlu untuk membicarakan kesejahteraan keluarga pada Masa Prapaskah 2020 ini.

Tentunya, keluarga zaman sekarang menghadapi tantangan yang sangat banyak yang kemudian mengganggu kesejahteraan keluarga. Minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya kualitas SDM, juga keahlian yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dengan demikian mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi. Situasi ekonomi keluarga yang timpang, kadang memaksa orang untuk “merantau” sehingga terkadang menimbulkan masalah baru yaitu “Human Trafficking”, dan juga TKI yang meninggal dan bahwa hal ini sering terjadi di Provinsi NTT ini. Data menyebutkan bahwa terhitung November 2019, ada 105 orang yang meninggal dunia (Kompas, 22 November 2019).

Baca Juga:  Jumat Agung Umat Katolik Malaka Jangan Keluyuran di Jalan, Diam di Kamar dan Berdoa

Aktivitas ekonomi diharapkan menjadi sarana untuk menjalin relasi sosial masyarakat dan juga mengusahakan kesejahteraan bagi masyarakat dengan demikian manusia akan menyadari diri sebagai yang bermartabat, sebab “manusialah yang menjadi pencipta, pusat dan tujuan seluruh kehidupan sosial ekonomi” (GS Art. 63).

Harapan

Masa prapaskah tentunya merupakan saat yang tepat untuk mendalami iman dan memperbaiki sikap hidup, selain itu diajak juga untuk merenungkan bersama tema “Membangun Kehidupan Ekonomi Keluarga yang Bermartabat”,  ini dalam terang Sabda Tuhan.

Kita semua tentunya mengharapkan bahwa pada akhirnya, keluarga semakin menyadari peran mereka dalam mengusahakan kehidupan ekonomi mereka, dengan demikian keluarga mengusahakan kesejahteraan bersama.

Selamat menjalani masa “Ret-Ret Agung” kita. Semoga kita dapat mengusahakan kehidupan ekonomi menuju keluarga yang bermartabat. (*)

Penulis: Yohan Edangwala (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK), semester VIII. Sedang menjalani Masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Paroki St. Kristoforus Ba’a-Rote Ndao)