HPSN di Labuan Bajo; Pejabat, Artis dan Masyarakat Membaur Perangi Sampah

oleh -466 views
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakkar, dan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi mengikuti perayaan puncak Hari Peduli Sampah Nasional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kawasan Kampung Ujung, Kelurahan Labuan, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar pada hari Jumat (06/03/2020).

LABUAN BAJO, suluhdesa.com – Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ajang pembuktian membaurnya para pejabat, artis dan masyarakat sipil dalam memerangi masalah sampah.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kawasan Kampung Ujung, Kelurahan Labuan,  Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar pada hari Jumat (06/03/2020) menjadi saksi bisu membaurnya para pejabat, artis dan masyarakat. Tanpa mengenal strata. Semua melebur menjadi satu kelompok besar yang peduli terhadap sampah terutama sampah plastik.

Di kalangan pejabat nampak hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakkar; Menteri Kelautan dan Perikanan RI diwakili pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Aryo Hanggono; Menteri PUPR RI diwakili Nuzulina Ilmiaty;  juga nampak hadir Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B2 Kementerian LHK RI, Rosa Vivien Ratnawati. Dari provinsi hadir Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi. Di level pejabat kabupaten ada Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla bersama  Wakil Bupati Manggarai Barat,  drh. Maria Geong, P.hD; juga hadir Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur;  Wakil Bupati Manggarai Timur, Jaghur Stefanus;  Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja dan para pimpinan DPRD kabupaten se daratan Flores.

Baca Juga:  Komunitas Jurnalis Katolik NTT Dibentuk, Frans Maksi Ketua Perdana

Yang menarik mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kependudukan di era Presiden Soeharto, Sarwono Kusumaadmadja pun hadir; para tokoh agama,  tokoh peduli lingkungan, aktivis pemerhati lingkungan,  dan seluruh undangan yang berbaur dengan 10.000 warga yang ada di Labuan Bajo; yang terdiri dari orang dewasa, para pelajar SD,  SMP,  SMA/SMK,  SLB dan para mahasiswa berkumpul sejak pukul 05.30 wita di TPI Labuan Bajo dengan menggunakan kaos putih lengan panjang bertuliskan HPSN 2020.

Baca Juga:  Viktor Bungtilu Laiskodat: Kata Setajam Mata Bajak

Seperti disaksikan, rombongan Menko Luhut yang didampingi Wagub Nae Soi,  Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat tiba di lokasi kegiatan pukul 07.00 wita. Mereka disambut dengan pemakaian selendang dan sarung khas Kabupaten Mabar kepada Menko Luhut; Menteri LHK oleh Bupati Mabar Agustinus Ch. Dulla. Usai mengenakan selendang dan sarung selanjutnya rombongan disambut dengan persembahan tarian Lampah yakni,  tarian Pilah Sampah yang dipergakan tiga pelajar SD Negeri Dinoyo 3 Malang. Tiga pelajar ini yang berhasil menjadi juara nasional Dancow Kreasi Anak Indonesia (DKAI) tahun 2019.

Baca Juga:  Tidak Perlu Takut Dengan Virus Corona, Yakinlah ODP dan PDP di NTT Pasti Sembuh

Tari Lampah dalam bahasa Jawa berarti berjalan. Maknanya ialah berjalan menuju sukses menjadi pegiat untuk menjaga lingkungan. Atas keunikan dan tema tarian yang sesuai dengan HPSN 2020 maka tarian Lampah (pilah sampah) dipilih sebagai tarian pembuka  pada kegiatan puncak HPSN ini. Tiga siswa SDN 3 Dinoyo Malang tersebut berbaur dengan 60 pelajar SD di Labuan Bajo. Setelah tari Lampah Menko Luhut bersama rombongan diarak menuju tenda acara dengan menikmati persembahan lagu perangi sampah yang dipentaskan para siswa SLB di Labuan Bajo yang berkolaborasi dengan artis Jakarta opi Anderesta. (France Tiran, S.Si/Kasubag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)