Imakom Kupang Kecam Pernyataan Anggota DPRD Maluku yang Diskriminasi Warga NTT

oleh -686 views
Yovandri Suni merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang Semester VI juga Ketua organisasi Ikatan Mahasiswa Kota Maumere (IMAKOM) Kupang.

KUPANG, suluhdesa.com – Yovandri Suni yang merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang Semester VI juga Ketua organisasi Ikatan Mahasiswa Kota Maumere (IMAKOM) Kupang mengecam pernyataan salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku yang bernama Anos Yeremias.

Pasalnya Anos Yeremias mengeluarkan pernyataan bahwa keberadaan tambang emas di Maluku malah menguntungkan orang luar Maluku seperti dari Kupang, NTT. Menurut Anggota DPRD Provinsi Maluku itu, di tambang emas tersebut banyak warga NTT yang bekerja dan ini merugikan warga Maluku seperti dilansir dari media Teras Maluku pada hari Senin (02/03/2020).

Hal ini disampaikan Yovandri Suni saat menghubungi Redaksi SULUH DESA pada hari Rabu (04/03/2020) pukul 14.00 wita.

Menurut Yovandri pernyataan tersebut bertensi menimbulkan frasa diskriminasi secara tidak langsung bagi warga NTT yang sejauh ini mempunyai hubungan kekeluargaan sebagai daerah tetangga.

Baca Juga:  Gubernur VBL Serahkan Penyelesaian Kasus Bank NTT Kepada Penegak Hukum

“Maka dengan ini kami menyampaikan sikap responsif selaku warga NTT di Kota Kupang agar kiranya Anos Yeremias memberikan klarifikasi lebih detail dan akurat terkait data yg menunjukan dalil pernyataan tersebut. Sehingga hal ini tidak menimbulkan persepsi dan interpretasi negatif bagi kami warga masyarakat NTT saat ini di kota kupang,” tegas Yovandri.

Yovandri mengatakan demi menjaga hubungan kekeluargaan yang harmoni sebagai daerah tetangga maka pihaknya mengharapkan agar pernyataan di atas tidak bermaksud menyerang hak kemerdekaan setiap warga negara yang mencari pekerjaan demi hidup yang lebih layak di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yovandri Suni dan seluruh anggota organisasi Ikatan Mahasiswa Kota Maumere mengaku geram dengan pernyataan dari Anos Yeremias.

Baca Juga:  PERMATA Kupang; Semua Kami Terdampak Covid-19, Bupati Lembata Jangan Pilih Kasih

Dikutip dari terasmaluku.com edisi hari Senin (02/03/2020) disampaikan bahwa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Anos Yeremias menyebut tambang emas di Desa Luran, Kecamatan Wetar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku tidak menguntungkan masyarakat setempat. Menurutnya keberadaan tambang malah menguntungkan orang luar Maluku seperti dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kebanyakan bekerja di tambang itu.

“Kalau hanya beberapa orang Maluku di tambang itu,  ini tidak adil dan tidak boleh seperti itu,”ungkap Anos Yeremias di Ambon Senin, (2/3/2020). Sebagai representasi rakyat Kabupaten MBD di DPRD Maluku, Anos mengatakan apa yang dilakukan pihak perusahan tambang adalah tindakan yang tidak manusiawi.

Baca Juga:  Kemendagri Minta Pemda Segera Laksanakan Permendagri 20 Tahun 2020 Terkait Penanganan Corona

Anos mengungkapkan, tambang emas tersebut ada di wilayah MBD dan tidak di luar Maluku.  “Tambang itu ada wilayah kita dan tidak ada di wilayah mana-mana. Kita akui tambang ada di wilayah NKRI. Namun dalam rekrutmen tenaga kerja harus mereka lebih memperbanyak akomodir orang-orang lokal, bukan orang luar Maluku,”tegas Anos.

Anggota DPRD Maluku Dapil MBD ini mengakui pihaknya setuju ada orang dari luar Maluku bekerja di perusahan tambang itu. Namun lanjut dia,  jangan hanya menjadikan orang Maluku sebagai pelengkap saja di perusahan tambang itu.

“Orang Maluku hanya jadi pelengkap dalam pengertian ada kekurangan tenaga baru mereka minta. Bukan itu yang kita inginkan, orang Maluku harus mendapat tempat yang strategi. Karena itu kita akan dorong terus untuk panggil pihak perusahaan dan dinas terkait agar kita perjuangkan nasib orang-orang kita untuk bekerja di perusahan,” kata politisi Golkar ini. (fwl/red)