PGK Desak Polda NTT Copot Oknum Polisi yang Mengeroyok AM di Belu

oleh -586 views
Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) NTT Igo Halimaking

KUPANG, suluhdesa.com – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan NTT (PGK NTT) mendesak Polda NTT untuk mencopot oknum polisi yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Aloysius Mau (41) di kampung Bugis, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu pada Minggu (01/03/2020) sekitar pukul 02.30 wita dini hari.

Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua PGK NTT Igo Halimaking di Kota Kupang pada Selasa (03/03/2020) siang.

Kasus pengeroyokan itu terjadi disaat para anggota Polisi sedang menggelar acara ulang tahun Sheba 40 di Kampung Jati.

Setelah mengetahui kronologi kasus tersebut, PGK NTT menyayangkan tindakan represif oknum polisi terhadap Aloysius Mau.

“Mestinya, polisi harus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat bukan menjadi penindas masyarakat,” tutur Igo.

Baca Juga:  3 Kota Akan Lakukan PSBB, Kapolda Jatim; Masyarakat Harus Tahu Aturan

Mantan Ketua AMMAPAI Kupang itu mendesak Polda NTT untuk mengambil alih kasus itu. Pasalnya, Polres Belu tampak tidak serius dan lamban dalam menangani kasus tersebut.

Oleh karena itu, kata dia,  pihak keluarga korban harus segera melaporkan kasus tersebut ke Polda NTT.

“Apabila terbukti, oknum polisi  tersebut harus diproses hukum melalui sidang etik dan pidana murni,” demikian kata mantan aktivis PMKRI Cabang Kupang itu.

Ia juga mengharapkan agar Kapolda NTT Irjen Pol. Hamidin, Komnas HAM, Kapolri, Kompolnas, LBH, dan aktivis kemanusiaan, dan Kelompok Cipayung di NTT untuk memberikan atensi khusus atas peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Komisi Kitab Suci KAK Gelar Katekese Adven Bersama Umat Paroki Assumpta

Ada pun kronologi kasus seperti dilansir Flobamora-new.com, kejadiannya bermula saat Aloysius berjalan menggunakan kendaraan bermotor (roda dua) melintas di tempat acara sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, tuan rumah pesta, Yasin mengajak Aloysius untuk masuk ke tempat acara.

Di tempat pesta itu, ada banyak minuman keras. Yasin pun mengajak Aloysius duduk di dekat operator musik dan memberikannya sebotol arak. Saat itu, Alo diajak beberapa anggota untuk bergoyang dan berdansa bersama.

Tak lama kemudian, salah seorang Anggota Polisi bernama Rodrik bersama salah seorang temannya mengajak Aloysius berjalan keluar sambil merangkul Aloysius. Mereka berjalan menuju seberang jalan. Di luar pesta pun terdapat banyak anggota polisi yang sedang berdiri santai.

Baca Juga:  WKRI Paroki St. Petrus Rasul TDM Berbagi Kasih Kepada Umat Terdampak Covid-19

Sampai di sana, tiba-tiba Rodrik langsung memukul Aloysius di bagian dada. Masih bingung dengan keadaan itu, salah seorang anggota polisi yang ikut bersama mereka pun memukul Aloysius pada bagian pelipis sebelah kanan. Aloysius pun langsung terjatuh.

Saat terjatuh, Aloysius langsung diserang secara membabi buta oleh oknum-oknum polisi yang sedang berdiri di luar pesta. Aloysius juga diseret oleh Rodrik bersama beberapa orang di lokasi kejadian.

Aloysius pun akhirnya berusaha semampu mungkin untuk melarikan diri. Aloysius berlari tanpa lagi memikirkan motor yang  dikendarai sebelumnya. Saat dirinya berlari, dia masih sempat dikejar oleh Rodrik bersama teman-temannya. (Emanuel Boli/Eb)