Jembatan Jompo dan 10 Bangunan Toko di Jember Ambruk Akibat Longsor

oleh -541 views
10 bangunan toko dan Jembatan Jompo yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ambruk akibat longsor pada Senin (02/03/2020) sekitar pukul 04.30 wib.

JEMBER, suluhdesa.com – Jembatan Jompo yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ambruk akibat longsor pada Senin (02/03/2020) sekitar pukul 04.30 wib. Beberapa belakangan ini curah hujan sangat tinggi yang mengakibatkan derasnya aliran sungai sehingga menggerus tanah yang terletak tepat di bawah bangunan pertokoan juga mengakibatkan ambruknya beberapa pertokoan.

Terdapat 10 toko yang rusak akibat ambruk dan jatuh ke dalam sungai, dan 8 lainnya terancam akan terkena dampak longsor tersebut.

Seperti dilansir dari cakrawaladesa.com, hingga siang hari tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama TNI dan Polri serta elemen lainnya masih melakukan pengerukan tanah dan pengangkatan material bangunan ruko yang menghalangi arus sungai. Selain itu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah melakukan blokade jalan di sekitar lokasi kejadian sekitar setengah jalan.

Baca Juga:  DPRD Kabupaten Lumajang Gelar Rapat Paripurna

“Ini jembatan Jompo melintang di Sungai Jompo membelah kota Jember, dekat alun-alun. Di pinggir-pinggirnya ada ruko, ada 10 ruko yang rubuh masuk sungai. Yang potensial rubuh masih ada 8 ruko karena bangunannya sudah retak-retak,” kata Heru Widagdo, Kabid Kedaruratan BPBD Jember.

Beruntung tidak mengakibatkan korban jiwa dalam kejadian ini, karena telah dikosongkan semua pemilik toko beberapa bulan yang lalu.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 dan Babinsa Koramil 0820/23 Gading Bagikan Nasi Bungkus untuk Warga

Namun, pemilik toko lainnya yang berada di sepanjang jalan tersebut pun merasa merugi akibat terjadinya tanah longsor itu. Pasalnya selain jalan diblokade oleh Satlantas Jember, masyarakat datang ke lokasi hanya ingin mengetahui peristiwa alam itu.

“Meskipun toko saya tidak terkena longsor, tetapi saya juga merasa rugi. Jalan kan ditutup, otomatis pembeli tidak bisa mengakses jalan ini untuk ke toko saya,” ungkap salah satu pemilik toko di Pertokoan Jompo itu. (Ndy/Ndy)