Bupati Jember Tinjau Lokasi Jalan Nasional yang Amblas di Kawasan Jompo

oleh -496 views
Bupati Jember, dr. Faida, MMR bersama Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol. Inf. La Ode M Nurdin meninjau lokasi jalan nasional yang amblas di Kawasan Jompo, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada hari Senin (02/02/2020).

JEMBER, suluhdesa.com – Bupati Jember, dr. Faida, MMR beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol. Inf. La Ode M Nurdin meninjau lokasi jalan nasional yang amblas di Kawasan Jompo, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada hari Senin (02/02/2020). Tinjauan bupati ini dilakukan setelah digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor dengan beberapa pemilik toko mengenai tanggapan amblasnya jalan nasional tersebut.

Baca juga; https://suluhdesa.com/2020/03/02/jembatan-jompo-dan-10-bangunan-toko-di-jember-ambruk-akibat-longsor/

Dalam rapat tersebut, dr. Faidah membahas perihal langkah-langkah dan penanganan terhadap peristiwa yang telah terjadi sekitar pukul 04.00 itu.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Kademangan Sosialisasikan Bansos Polri Untuk Masyarakat

“Sebenarnya rapat koordinasi ini jauh-jauh hari sudah direncanakan. Ternyata tadi pagi sudah ambles,” ujar Faida.

Pihaknya menjelaskan peristiwa ini merupakan murni suatu bencana, maka peristiwa ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani. Relokasi toko di Kawasan Jompo sudah direncanakan dan akan dilaksanakan tahun ini. Hanya saja, banyak faktor yang harus diselesaikan. Salah satunya adanya akad jual beli pertokoan. Padahal pada pertokoan tersebut merupakan aset milik pemkab.

Baca Juga:  Komunitas Ontel dan KRS Bentuk Posko Untuk Korban Bencana di Bogor Barat

“Pada Oktober tahun lalu, Kementerian PUPR sudah menyampaikan ke Pemkab Jember bahwa untuk penanganan rusaknya Jalan Sultan Agung ini tanggung jawab bersama. Untuk Perbaikan jalan adalah wewenang pusat, sedangkan untuk sungai ada wewenang provinsi, Jawa Timur dan relokasi ada adalah Pemkab Jember,” kata Bupati Jember itu.

Dalam mengatasi peristiwa itu, pihaknya sudah mengambil keputusan dengan cara menentukan status kebencanaan. Dengan begitu pemkab akan rubuhkan toko-toko yang terancam ikut rubuh juga.

Baca Juga:  Isap Sabu Karena Jenuh di Rumah, Dua Pria Ini Diamankan Polisi

“Kami sudah sampaikan kepada para pemilik toko dalam untuk segera mengamankan serta mengevakuasi barang-barangnya. Setuju maupun tidak setuju, kami akan tetap rubuhkan ruko yang berpotensi akan longsor juga,” pungkasnya. (Ndy/Ndy)