Dandim 1604/Kupang Ajak Masyarakat Waspadai Demam Babi

oleh -530 views
Salah satu Babinsa dari Kodim 1604/Kupang sedang memantau lokasi peternakan babi milik masyarakat binaannya.

KUPANG, suluhdesa.com – Hasil koordinasi melalui telepon Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Drh. I Ketut Diarmita. M.P dengan Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P menyatakan siap mendukung programnya tentang meningkatkan kewaspadaannya terhadap masuk dan menyebarnya penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika pada hari Jumat (28-02-2020).

Guna mencegah masuk dan menyebarnya ASF Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P memerintahkan jajarannya untuk memperketat dan memperkuat pengawasan lalu lintas babi antar wilayah.

Tidak mudah memang mengendalikan lalu lintas manusia, hewan dan barang dari daerah tertular ke bebas.

Baca Juga:  BNNP NTT: Sebelas Desa di NTT Bersih Narkotika

“Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Drh. I Ketut Diarmita. M.P. mengatakan Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk pengendalian dan penanggulangan ASF, mengingat berdampak besar bagi masyarakat peternak kecil yang penghidupannya tergantung dari beternak babi. Kami sangat serius menangani ini. Namun masyarakat juga harus terus mendukung pemerintah, misalnya melaporkan bila ada babi sakit. Jangan menjual apalagi membuang bangkai babi ke lingkungan,” ujarnya.

Ketut kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi daerah sentra produksi babi, mengingat ASF belum ada vaksin dan obatnya. Jadi satu-satunya cara adalah dengan pengawasan lalu lintas yang ketat dan disiplin dalam menegakkan aturan biosekuriti, sehingga kasus tidak masuk dan menyebar. Semua pihak harus saling membantu, mengingat penyebaran penyakit ini hanya bisa dikendalikan melalui biosekuriti yang ketat. Otoritas veteriner di masing-masing wilayah diminta memberi perhatian khusus.

Baca Juga:  Keluarga Besar Kodim 0820/Probolinggo Bagi Sembako dan Masker untuk Warga

Sebagai informasi, hingga 27 Februari 2020. Di Kota Kupang jumlah angka kasus kematian akibat wabah ASF sebanyak 444 ekor yang mati, begitu juga di Kabupaten Kupang sudah mencapai 378 ekor. Kasus kematian akibat suspek ASF di Kota/Kabupaten Kupang mencapai 822 ekor.

“Dandim mengharapkan peran serta jajaran TNI terutama Kodim 1604/Kupang turut guna mencegah masuk atau menyebarnya ASF ke daerah bebas. Kita harapkan ada kerjasama dan sinergi yang harmonis untuk masyarakat kita. Untuk itu peran serta semua lapisan sangat diperlukan terutama untuk mewujudkan program Pemerintah Pemkot Kupang. Dengan keterlibatan anggota Kodim 1604/Kupang diharapkan menjadi momentum yang sangat penting sehingga dapat menggugah masyarakat untuk guna mencegah masuk atau menyebarnya ASF lebih luas lagi. Semoga program ini dapat membuahkan hasil dalam hal penanganan masuk dan menyebarnya penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika di Kota Kupang,” ucapnya. (Pendim1604/Red)