Glintung Go Green, Memperbaiki Kondisi Lingkungan

oleh -765 views
Kegiatan tersebut diikuti berbagai organisasi seperti Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM).

LUMAJANG, suluhdesa.com – Guna membangun kesadaran untuk melestarikan lingkungan, Ir. H. Bambang Irianto menjadi pemateri dalam diskusi yang dilakukan di Cafe Kemlecer pada Selasa (25/02/2020).

Ir. H. Bambang Irianto adalah salah satu Ketua RW di Desa Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Ir. H. Bambang Irianto mencoba mengubah keadaan itu bersama masyarakat. Inisiatifnya diwujudkan dalam sebuah gerakan sosial bernama Glintung Go Green (3G). Ini bukan gerakan mudah, mengingat gagasan dasarnya ingin mempertahankan nilai-nilai luhur budaya kampung dan memperbaiki kondisi lingkungan dalam arti luas, sekaligus tetap menyerap nilai-nilai modern untuk memperkaya aspek sosial-ekonomi masyarakat. Gerakan 3G dimulai dengan kegiatan sederhana, yaitu penghijauan lingkungan yang diluncurkan pada bulan Februari 2012.

“Berangkat dari RW, alhamdulillah saya bersatu bersama masyarakat RW 23 bisa mengembangkan kampung. Dulunya sering terjadi banjir, kini kampung kami lebih dikenal dengan (3G) Glintung Go Green,” ulas Ketua RW yang mendapatkan penghargaan Kalpataru itu.

Baca Juga:  Study Club Sejarah SMA Negeri 3 Lumajang Kunjungi Monumen dan Tugu Bersejarah

Dalam diskusi tersebut, peserta kegiatan terdiri dari berbagai organisasi seperti Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM). Selain kedua organisasi nasionalis, turut hadir Rektor Universitas Lumajang Dr. Mokhamad Hariyadi Eko Romadon, S.Sos., M.Si. serta beberapa RW Kelurahan Ditrotunan binaan Ir. H. Bambang Irianto.

Rektor Universitas Lumajang itu menegaskan bahwa mengubah kebiasaan masyarakat bisa dilakukan asalkan terus dilatih. Beliau juga memberikan ilustrasi dengan orang yang membubuhkan tanda tangan dengan menggunakan tangan kanan dan kirinya, dimana hasil dari keduanya berbeda. Namun, jika dilatih secara terus menerus, hasil tanda tangan tersebut bisa mirip dan bahkan sama persis.

Baca Juga:  Keluarga Besar Kodim 0820/Probolinggo Bagi Sembako dan Masker untuk Warga

Pada akhir sesi, Ir. H. Bambang Irianto memberikan saran kepada peserta yang hadir khususnya bagi para GSNI untuk aktif mengunjungi daerah lain sebagai bentuk study banding agar bisa diterapkan di lingkungan sekolah, serta di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Di luar jam sekolah, untuk adik-adik bisa melakukan study banding ke kampung-kampung di Lumajang. Praktek secara langsung bersama masyarakat. Yang nanti hasilnya dijadikan sebagai motivasi serta inspirasi dalam mendukung proses belajar di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (Ndy/Ndy)