Musyawarah Pastoral IV Keuskupan Agung Kupang Resmi Dihelat

oleh -1.012 views
Uskup Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang membuka acara Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang (Muspas KAK) IV di Wisma Susteran SSPS Bello pada hari Minggu (23/02/2020) pukul 17.00 wita.

KUPANG, suluhdesa.com – Uskup Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang membuka acara Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang (Muspas KAK) IV di Wisma Susteran SSPS Bello pada hari Minggu (23/02/2020) pukul 17.00 wita.

Muspas yang mengusung tema “Berjalan Bersama dengan Terang Injil” ini dihadiri oleh 144 orang peserta yang merupakan perwakilan Imam Katolik, utusan lembaga dan kaum awam serta dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang, yang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Alor dan Kabupaten Sabu Raijua.

Muspas merupakan sarana pertumbuhan, pengembangan, pemberdayaan serta penghayatan persaudaraan menurut panggilan iman akan Yesus Kristus. Penyelenggaraannya adalah asalnya umat, terlibatnya umat dan tujuannya umat dalam wilayah pelayanan pastoral Keuskupan Agung Kupang.

Baca Juga:  Gubernur NTT: ASN Wajib Berkontribusi Dalam Pembangunan

Bahan penyelengaraan musyawarah ini berakar dari refleksi atas hidup umat di paroki-paroki yang dilengkapi oleh para narasumber dengan paparan yang lebih mendalam, agar para peserta secara meluas mencermati tantangan serta harapan akan karya pelayanan pastoral di masa depan.

“Keuskupan Agung Kupang telah melaksanakan Muspas sebanyak 3 kali dan kita diajak untuk kembali bermusyawarah dan membagi tentang karya pastoral. Ada 4 mimpi dari keuskupan kita, yaitu kehidupan sosial ekonomi, keutuhan budaya, keutuhan lingkungan hidup dan kehidupan pelayanan gerejawi yang semakin bermutu dalam memberi kesaksian Injil,” ujar Ketua Panitia RD. Sipri Senda.

Baca Juga:  Liga Mahasiswa NasDem NTT Bagikan Sembako dan Masker untuk Mahasiswa di Kota Kupang

RD. Sipri menambahkan bahwa di Muspas kali ini Orang Muda Katolik (OMK) diajak untuk terlibat. Berdasarkan 4 mimpi keuskupan tadi, diharapkan kaum tertahbis maupun tidak tertahbis, khususnya orang muda bisa berjalan bersama untuk membangun karya pastoral.

“Setelah Muspas diharapkan ada sesuatu yang berguna yang bisa kita bawa ke paroki sebagai paroki untuk proses tumbuh kembang paroki, salah satunya,” ujar Getrudis Laran yang merupakan salah satu peserta dari Paroki Matter Dolorosa Soe.

Baca Juga:  Jamu Menko Polhukam dan Mendagri, Mgr. Domi Saku: Kita Saudara

Urbanus Humaniren seorang peserta asal Paroki Sta. Maria dari Fatima Moru Alor juga menambahkan bahwa, selain kerjasama intern Gereja, perlu ada kerjasama dan hubungan baik antara pihak Gereja dengan pemerintah sehingga mempermudah pelayanan pastoral di setiap wilayah.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Walikota Kupang dr Herman Man, Asisten II PemKot Kupang Yos Rera Beka, Ketua Departemen Agama Katolik Kota Kupang Yakobus Kleden, dan Kepala Biro Organisasi NTT Bartol Badar. (Maria Goreti Ana Kaka/mgak)