Petrus Selestinus; Bareskrim Mabes Polri Harus Tangani Kasus Di Polda NTT

oleh -312 views
Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia dan Advokat Peradi.

JAKARTA, suluhdesa.com – Bareskrim Mabes Polri diminta untuk mengambil alih penanganan kasus kematian tidak wajar beberapa warga NTT yang selama ini terkatung-katung penanganannya baik di Polda NTT maupun di beberapa Polres di wilayah hukum Polda NTT, karena aparat Kepolisian Polda NTT dan di sejumlah Polres di NTT tidak serius menangani kasus kematian tidak wajar yang diduga sebagai akibat pembunuhan dan penganiayaan.

Hal ini disampaikan oleh Petrus Selestianus Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat Peradi kepada Media SULUH DESA dalam pesan Whatsappnya pada hari Jumat (21/02/2020) pukul 20.00 wita.

Menurut Selestinus, beberapa kasus kematian tidak wajar di wilayah hukum Polda NTT antara lain  almarhum Nimrod Tamane, ditemukan mati tidak wajar tanggal 28 Oktober 2018,  almarhum Anselmus Wora, ditemukan mati tidak wajar di Pulau Ende tanggal 28 Oktober 2019, almarhum Markus Nula, ditemukan mati tidak wajar 11 Desember 2019, di Aesesa, Nagekeo, almarhum Herkulanus Uskono dan Michael Alhans, di Kabupaten TTU, namun tidak ditangani secara serius oleh Polda NTT.

Baca Juga:  PADMA Indonesia Kawal Kasus Karoline Lede di Polres Ngada

“Masyarakat tentu kecewa dengan kondisi ini, padahal ketika Polda NTT pada 4 April 2017 dinaikan statusnya dari type B menjadi type A, dimana Kapolda NTT harus dipimpin oleh seorang Irjen Polisi atau bintang dua, maka kenaikan type A ini sangat menggembirakan publik NTT karena kenaikan type A diharapkan membawa perubahan dalam kualitas pelayanan masyarakat sebagai wujud dari program Kapolri menjadikan Polisi Indonesia menjadi Polisi PROMOTER,” tegasnya.

Baca Juga:  Didi Kempot; Menulis Lirik Memikat, Menjogeti Kegalauan Hati

Lanjutnya, kenyataannya meskipun kenaikan ke type A disertai dengan naiknya pangkat pimpinan Polda, fasilitas bertambah, gaji dan tunjangan ikut dinaikan dengan segala kemudahan akses dalam bertugas serta anggaran ditingkatkan, namun tidak berdampak banyak pada aspek peningkatan mutu pelayanan keadilan bagi warga NTT. Etos kerja yang diperlihatkan tidak linear dengan kenaikan type A dan fasilitas yang serba memadai yang dinikmati Polda NTT.

Baca Juga:  Heboh Melelang Keperawanan Mulai Dari 2 M, Sarah Salsabila Akhirnya Minta Maaf

“Berbagai permasalahan hukum dan kamtibmas yang terjadi di tengah masyarakat kebanyakan tidak tertangani dengan baik, ada kesan Polisi kerja asal-asalan. Inilah yang membuat masyarakat kecewa berat terhadap Polisi bahkan untuk penanganan kematian tidak wajar almarhum Anselmus Wora dan lain-lain di NTT saat ini Garda NTT di Jakarta meminta agar Bareskrim  Mabes Polri segera mengambialih penanganannya dan Kapoldanya dicopot,” pungkasnya. (dev/fwl)