Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gelar Penyuluhan Pertanian Berbasis Alternatif

oleh -596 views
Pada hari Selasa (18/02/2020),para Mahasiswa KKN Kelompok 40 Universitas Muhammadiyah Jember melakukan penyuluhan pertanian yang berbasis alternatif di Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertemakan "Pupuk Kompos dari Sampah Organik dan Pemanfaatan Sampah.”

JEMBER, suluhdesa.com – Melihat kondisi petani saat ini yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk, maka pada hari Selasa (18/02/2020),para Mahasiswa KKN Kelompok 40 Universitas Muhammadiyah Jember melakukan penyuluhan pertanian yang berbasis alternatif. Kegiatan ini bertemakan “Pupuk Kompos dari Sampah Organik dan Pemanfaatan Sampah.”

Per 1 Januari 2020, petani yang tidak memiliki kartu tani, tidak bisa mengambil maupun membeli pupuk bersubsidi di berbagai kios pertanian. Hal ini tentu membuat bimbang dan risau dikalangan petani kelas menengah ke bawah.

“Maka dari itu kami adakan penyuluhan tentang pembuatan pupuk organik. Mengingat belakangan ini marak ramai mengenai sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi,” ungkap Yusril Wahyu, Koordinator kegiatan.

Baca Juga:  Kapolrestabes Surabaya Dukung Aspirasi Serikat Buruh

Para Mahasiswa KKN ini memberikan penyuluhan mengenai cara pembuatan pupuk kompos secara tertata seperti alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan serta bagaimana takaran komposisi antara kotoran-kotoran hewan dengan sampah organik dan EM4 sebagai penghilang bakteri kotoran hewan.

Kehadiran segenap Mahasiswa KKN ini sambut baik oleh masyarakat Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo,Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Selain memberikan materi tentang pembuatan kompos, para petani sedikitnya menerima solusi yang bisa diterapkan dalam proses mereka bercocok tanam atau bertani.

Baca Juga:  Anggota DPRD Malaka Bersama Masyarakat Timbun Jalan Berlubang

Dari penyampaian para Mahasiswa KKN, ada beberapa masyarakat yang setuju untuk menggunakan pupuk organik. Hal tersebut memang sangat diharapkan para Mahasiswa KKN untuk mengembalikan kebiasaan petani dalam penggunaan pupuk organik.

“Sebenarnya saya masih ingin menggunakan pupuk bantuan dari pemerintah. Akan tetapi akhir-akhir ini kita disulitkan dalam menerima bantuan itu. Kondisi sekarang seperti ini, jika kami masih menunggu bantuan dari pemerintah, ya kapan kami mau bertaninya. Salah satu solusinya adalah ya benar apa yang dikatakan oleh adik-adik mahasiswa yaitu bertani dengan menggunakan pupuk organik atau pupuk kompos,” pungkas Kasto, Kepala Dusun Krajan Desa Karang Paiton. (Ndy/Ndy)