Suporter Persebaya Bentrok Dengan Arema, Panitia Kurang Sigap

oleh -486 views
Laga semifinal antara kesebelasan Arema Malang dengan Persebaya Surabaya, Selasa (18/02/2020) di Stadion Supriyadi Kota Blitar diwarnai insiden bentrokan.

BLITAR, suluhdesa.com – Laga semifinal antara kesebelasan Arema Malang dengan Persebaya Surabaya, Selasa (18/02/2020) di Stadion Supriyadi Kota Blitar diwarnai insiden bentrokan.

Bentrokan terjadi sekira pukul 14.15 wib di Jl Kali Brantas, Desa Dauwan,Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur. Saat itu antara suporter Persebaya dan Arema bertemu hingga terjadilah bentrokan yang tidak terelakan, bahkan terjadi saling lempar batu dan pembakaran.

Baca juga; https://suluhdesa.com/2020/02/19/suporter-arema-dan-persebaya-rusuh-ini-kata-ketua-dpc-gpm-lumajang/

Menurut warga sekitar, Maarif yang menyaksikan bentrokan tersebut menyampaikan bahwa ada 12 kendaraan bermotor roda dua dibakar dan satu kendaraan roda empat jenis CRV hancur serta Laptop yang ada di mobil ikut terbakar.

“Kendaraan roda dua yang dirusak sebagian milik warga Blitar yang sedang lewat di sana, yang dipikir milik suporter salah satu kesebelasan yang sedang bertanding, sedangkan mobil yang dirusak milik salah satu tamu warga sekitar bentrokan,” katanya.

Baca Juga:  Penjual Bakso Keliling di Surabaya Tidak Pernah Dapat Bantuan, Kalau Lapar Hanya Minum Air

Bahkan ada rumah salah satu warga yang dilempari batu karena di rumah warga tersebut sedang ada perbaikan dan ada pekerjaan, karena mereka menduga di rumah tersebut ada suporter yang bersembunyi.

Bentrokan juga berlanjut sampai menjelang malam sehabis magrib sekira pukul 19.00 wib, di sekitar lampu merah pasar Pahing baru Tanjungsari.

Menurut pedagang nasi lalapan bernama Misna yang berjualan di sekitar lampu merah pasar Pahing baru berkata bahwa ada sekelompok orang yang diduga suporter Persebaya sedang bergerombol, lalu dari arah utara datang sekelompok massa yang diduga juga suporter Arema, hingga bentrokan pun terjadi lagi. Bahkan yang tertinggal dikeroyok suporter lawan hingga mengalami luka parah dan dilarikan ke RS Syuhada haji.

Baca Juga:  Polda Jatim Mengamankan 8 Mobil Mewah

“Dua yang luka kondisinya stabil, tetapi yang satu masih kritis karena muntah terus-terusan,” kata Pihak RS Syuhada saat dikonfirmasi wartawan.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan bentrokan yang terjadi itu, karena pihaknya juga sudah berusaha menghalau dan memfasilitasi kedua suporter tersebut,namun kedua belah pihak mengambil jalan memutar dan bertemu akhirnya bentrokan itu terjadi.

“Saat ini petugas sedang menginventarisasi apa saja yang rusak di lokasi, dan belum bisa menginformasikan jumlah kendaraan yang rusak maupun korban luka, kita berharap situasi kembali menjadi aman dan kondusif dan akan terus berupaya mengamankan wilayahnya,” tandas Kapolres.

Baca Juga:  8 ODP Covid-19 di Kabupaten Probolinggo Dinyatakan Sehat

Sedangkan menurut salah satu tokoh masyarakat Blitar yang juga Sekretaris Ormas Hipakat Tugas Nanggolo Yudo Dili Prastiono yang biasa disapa Bagas, menilai pihak Panitia kurang sigap mengatasi pertandingan Semifinal Piala Gubernur Jawa Timur 2020 itu.

“Seharusnya pihak panitia sudah mengantisipasi bahwa suporter kedua belah pihak pasti akan berdatangan dalam jumlah yang banyak yang berakibat bentrokan, kasihan warga masyarakat, para pedagang kecil yang harus menjadi korban akibat bentrokan tersebut. Ke depannya ini harus dievaluasi agar menjadi pelajaran kita semua dan pihak panitia harus bertanggung jawab,” tegasnya. (isno/fwl)