Kadiv Keimigrasian Arogan Terhadap Wartawan, Kakanwil Kemenkumham NTT Minta Maaf

oleh -462 views
Foto bersama para wartawan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Kemenkumhan NTT) Asep Syarifudin, Bc. I.P., S.H., C.N., M.H yang didampingi Kepala Rudenim Kupang, Heksa A.S dan Bagian Humas, Yustina pada hari Selasa (18/02/2020) pukul 10.00 wita.

KUPANG, suluhdesa.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Kemenkumham NTT) Asep Syarifudin, Bc. I.P., S.H., C.N., M.H  menyampaikan permohonan maaf atas tindakan arogansi yang dilakukan oleh Kadiv. Keimigrasian Erwyn F. R. Wantania, S.H, terhadap wartawan Liputan4.com Pay, bersama kedua teman jurnalis dari Media Delegasi, Germans dan mediaflores.com, Aty saat meliput warga Afghanistan (pengungsi) yang membuat keonaran di Rudenim Kupang, pada hari Jumat (14/02/2020) lalu.

Baca juga; https://suluhdesa.com/2020/02/17/kadiv-keimigrasian-ntt-usir-wartawan-saat-meliput-di-rudenim-kupang/

Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Kakanwil Kemenkumham NTT di ruang kerjanya,  yang didampingi oleh Kepala Rudenim Kupang, Heksa A.S dan Bagian Humas, Yustina, kepada  rombongan wartawan yang datang menemui Kakanwil Kemenkumham NTT pada hari Selasa (18/02/2020) pukul 10.00 wita.

“Kita ini adalah mitra, teman-teman semua adalah anak-anak saya, selaku Kakanwil, mewakili Kadiv. Keimigrasian kepada wartawan semua, saya mohon maaf,  minta maaflah. Jangan sampai terjadi lagi miskomunikasi seperti ini,” kata Asep.

Lebih lanjut Asep meminta wartawan untuk tidak membesar-besarkan masalah ini dan kepada bawahannya, dirinya akan menasihati dan memberikan teguran-teguran.

“Untuk memberikan pembelajaran kepada mereka, nantinya saya akan menasehati juga serta memberikan arahan-arahan sebagai orang tua. Artinya sebagai orang tua tentu akan ajarkan kepada anak-anaknya,” terang Asep. 

Baca Juga:  Wagub Nae Soi Minta Akses Transportasi ke NTT Dibuka Lagi

Permohonan maaf yang sama juga disampaikan oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Heksa A.S, kepada rombongan wartawan, bahwa atas kejadian insiden di Rudenim selain Pimpinannya ada juga anak buahnya yang kurang sopan karena terjadi miskomunikasi sehingga terjadi seperti ini.

“Yang pertama sebagai pimpinan di lembaga yang ada di Kemenkumham dalam hal ini  Kepala Rudenim, saya minta maaf atas apa yang dilakukan kurang pas dari anak buah saya,” tandasnya.

Lanjut Heksa, “sebagai atasan, saya sudah menyampaikan permohonan maaf, begitu juga saya, menyampaikan permohonan maaf, karena di sini saya punya dua Bapak, yang menjadi atasan saya langsung adalah Kadiv. Keimigrasian dan atasan saya yang paling tinggi di sini adalah Kakanwil,” ucapnya.

Di hadapan wartawan, Kakanwil selalu menekankan bahwa insiden ini, sesungguhnya terjadi miskomunikasi antara wartawan yang pada saat itu meliput, dan Kadiv. Keimigrasian yang sedang menginterogasi pengungsi asal Afghanistan, dan ini  seharusnya tidak perlu terjadi.

“Saya selalu menekankan kepada seluruh rekan-rekan saya, dan bagian Humas agar selalu bermitra dan bersahabat dengan seluruh wartawan, dan semua wartawan itu adalah kawan-kawan kita,” tegasnya.

Baca Juga:  PPWI Gelar Rakernas 4-5 April, Bahas Program Kerja 2020-2021

Lebih lanjut, Kakanwil Kemenkumham kepada wartawan, bahwa dirinya kaget ketika ditelepon bagian humas, kalau ada  sedikit kejadian di Rudenim, karena dirinya kemarin, Senin (17/02/2020) sedang berada di Rote, sehingga langsung mengagendakan hari ini, Selasa (18/02/2020) pukul 10.00 Wita untuk bertemu.

“Saya sesungguhnya hari ini  tidak ada kegiatan, tapi saya harus agendakan karena sahabat-sahabat ini. Anak-anak saya langsung datang dan mengkonfirmasi terkait kejadian ini, sehingga kita bisa saling sapa, karena kita semua adalah sahabat,” jelas Asep.

Lebih lanjut, terkait penanganan terhadap warga Afghanistan yang diliput oleh media liputan4.com, delegasi.com dan mediaflores.com, Kepala Rudenim Kupang mengatakan bahwa, warga asing yang statusnya pengungsi tersebut terus diawasi oleh Rudenim Kupang.

“untuk penanganan orang asing ini, sesungguhnya sangat pusing, karena banyak juga yang bandel, dan untuk penanganan mereka bukan hanya kami dari Rudenim, tapi juga kepolisian dan Pemda,” tukasnya.

Dikatakan juga oleh Kepala Rudenim Kupang Heksa A.S, bahwa, tempat penginapan mereka di Kupang ada tiga penginapan, yakni Hotel Ina Bo’i, Lavender dan Kupang In.

“Mereka banyak yang  ada di Kupang, ada juga yang berkeluarga dan lebih banyak yang belum berkeluarga. Untuk pemenuhan kebutuhan mereka selama ini ditangani UNHCR melalui IOM, per orang setiap bulan diberi Rp. 1.250.000,-, apabila ada anak, diberi tambahan Rp. 500,000/anak, dan mereka harus wajib lapor ke Rudenim setiap bulan serta malam hari dibatasi pukul 10.00 Wita sudah berada di penginapan,” sambungnya.

Baca Juga:  DPD IMM Minta Pemprov NTT Transparan Dalam Penanggulangan Covid-19

Lanjut Heksa A.S, untuk penanganan warga yang kategori pengungsi ini merujuk pada Perpres 125, Pasal 36 ayat 2. Dalam arti mereka wajib lapor setiap bulan dan tidak boleh melakukan keonaran. Ketika terjadi seperti kasus Abas, mereka harus ditegur dengan membuat pernyataan, dan apabila melanggar lagi mereka harus diisolasi.

Perwakilan media yang hadir dalam perjumpaan dengan Kakanwil Kemenkumham NTT, terkait insiden pengusiran wartawan saat meliput di Rudenim Kupang adalah Pay (Liputan4.co), Piter K (Busurnusantara.com), Stef (Viktory News), Germans (Delegasi.com), Frids Wawo Lado (Suluh Desa), Hendrik (jejakhukumntt.com) dan Kristin (wartaperempuan.com).

Di akhir pertemuan tersebut, Kakanwil dan Kepala Rudenim Kupang akan mengagendakan khusus untuk mempertemukan para wartawan dengan Kadiv. Keimigrasian, Erwyn Wantania, agar saling menyapa untuk terus menjadi mitra antara wartawan dan Kemenkumham NTT.

Sambil bercanda Kepala Rudenim Kupang kepada wartawan berkata, “Kalau Tak Kenal maka  Tak Sayang.”

“Saya akan mengundang dan kita bisa bertemu bersama dengan atasan saya Kadiv. Keimigrasian,” pungkasnya.

Melalui undangan tersebut Kakanwil Kemenkumham NTT langsung meminta Kepala Rudenim Kupang untuk mengagendakan dan dirinya menyatakan siap hadir.

Pantauan Media SULUH DESA, pertemuan yang semula kaku berjalan dengan penuh kekeluargaan dan dilakukan foto bersama. (pay/tim)