Study Club Sejarah SMA Negeri 3 Lumajang Kunjungi Monumen dan Tugu Bersejarah

oleh -318 views
Study Club Sejarah SMA Negeri 3 Lumajang, Provinsi Jawa Timur (SCS SMAGA) melakukan Lawatan Sejarah Monumen dan Tugu pada hari Minggu (16/02/2020).

LUMAJANG, suluhdesa.com – Dalam rangka melaksanakan program kerja, pada hari Minggu (16/02/2020) Study Club Sejarah SMA Negeri 3 Lumajang, Provinsi Jawa Timur (SCS SMAGA) melakukan Lawatan Sejarah Monumen dan Tugu.

Drs. Joni, M.Pd, Pembina SCS SMAGA menyampaikan tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anggota SCS tentang Monumen dan Tugu yang ada di Lumajang.

“Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkan rasa Nasionalisme. Dari kegiatan ini saya harapkan anak-anak SCS bisa meneladani perjuangan para pejuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ini, ” paparnya.

Baca Juga:  Sebelum Belajar Tatap Muka, Bupati Malaka Minta Pihak Sekolah Lakukan Persiapan

Berangkat dari SMA Negeri 3 Lumajang, mereka menyusuri Monumen Perjuangan Gladak Abang, Monumen Kyai Ilyas, Tugu Peluru Klumprit, Monumen Serangan Umum Pasirian, dan yang terakhir adalah Monumen Peta.

Setelah melakukan Lawatan Sejarah, Pembina SCS yang juga merupakan guru sejarah SMA Negeri 3 Lumajang itu menilai pemerintah sudah melakukan perawatan dan pelestarian Monumen dan Tugu yang ada di Lumajang. Terbukti dengan yang sebelumnya belum ada papan tulisan, sekarang sudah ada. Yang sebelumnya pagar Monumen atau Tugu masih menggunakan Bambu, sekarang sudah menggunakan pagar besi.

Baca Juga:  Warga Kebonsari Kulon yang Edarkan Pil Trex Dibekuk Polisi

“Namun, untuk Monumen Peta yang terdapat di Pasirian ini pemakaian kurang maksimal karena masih digunakan sebagai jemuran,” imbuhnya.

Guru Sejarah SMA Negeri 3 Lumajang itu berharap agar pihak pemerintah melakukan sosialisasi melalui media sosial, radio, tv lokal tentang pentingnya Monumen dan Tugu yang ada di Lumajang sebagai bentuk menjaga dan melestarikan sisa-sisa perjuangan.

Baca Juga:  Ahmad Harianto Asal Madura Tewas di Tangan Teman Sendiri

“Sehingga keberadaannya tetap terjaga, terutama kebersihannya,” pungkasnya. (ndy/ndy)