Mahasiswa STIPAS KAK yang KKN Harus Bawa Nama Lembaga

oleh -497 views
Mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK) mengikuti misa perutusan di Aula Sto. Petrus STIPAS KAK, Senin (17/02/2020).

KUPANG, suluhdesa.com – Angkatan XVIII Mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK) hari ini dilepaskan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di setiap paroki se-Keuskupan Agung Kupang yang diawali dengan misa perutusan di Aula Sto. Petrus STIPAS KAK, Senin (17/02/2020).

Misa pelepasan KKN tahun Akademik 2019/2020 ini mengangkat tema”Jadilah Garam dan Terang Dunia.”

Pelepasan Mahasiswa-mahasiswi KKN tahun Akademik 2019/2020 diawali dengan misa perutusan yang dipimpin oleh RD. Emanuel B. Kase.

Baca Juga:  Viktor dan Jos; STFK Ledalero Harus Menjadikan SDM Orang NTT Berkarakter

Dalam homili RD. Emanuel B. Kase menegaskan KKN merupakan bentuk implementasi pengetahuan dengan keadaan ril kehidupan bersama umat dan masyarakat. Sebagai calon guru Agama dan Katekis KKN merupakan tahap yang harus dilewati dalam rangka menciptakan keseimbangan antara pengetahuan secara teoritis dan keterampilan.

Lanjut RD. Emanuel B. Kase, “jadi harus siap ditempatkan di mana saja, karena semua pasti ada tantangan, hadapi itu dengan senyum dan jangan pernah mundur tetapi berani dan tekun serta selalu buka diri.”

Baca Juga:  Merebaknya Corona, Pelaksanaan Pesparani Provinsi NTT akan Diinformasikan Lagi

Ketua LP2M Petrus Tamelab, S. Fil., M.Th dalam arahan menyampaikan kepada Mahasiswa-mahasiswi KKN bahwa, Pergi KKN untuk belajar apa yang ditemukan, dan bagikan apa yang telah pelajari di Lembaga STIPAS KAK, sehingga ada timbal balik.

“Pakai panduan yang direncanakan sehingga terarah. Ke tempat KKN bawa nama Lembaga STIPAS KAK bukan nama pribadi. Semoga dapat meninggalkan hal-hal baik dalam kelompok sasaran, dan jangan menuntut pelayanan lebih dalam  kehidupan bersama umat dan masyarakat,” tegas Petrus.

Baca Juga:  Gereja Tanpa Umat Di Eropa, Bangku yang Kosong, dan Hancurnya Biara

Ketua Program Studi Maria Lidya Ngongo, M.Th sebelum membacakan SK penempatan Dosen Pendamping KKN dan  tempat KKN berharap supaya mahasiswa-mahasiswi KKN tahun Akademik 2019/2020 dapat mengulang pembekalan KKN menjadi pegangan dalam berpastoral.

Lanjut Maria Lidya Ngongo juga mengharapkan ketekunan dalam segala hal. “Terima itu semua sebagai pemberian yang  Allah berikan sendiri. Di mana kita diutus untuk pergi mewartakan sabda Allah, maka jaga nama baik Lembaga dan jaga nama baik nama Pribadi,” tutupnya. (valo/valo)