Ayo Masyarakat NTT Dukung Nadia Riwu Kaho Jadi Finalis Miss Indonesia 2020

oleh -504 views
Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho yang menjadi Finalis Miss Indonesia Tahun 2020 asal Provinsi NTT.

KUPANG, suluhdesa.com – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) patut berbangga telah berhasil mengirimkan satu kontestan menjadi Finalis Miss Indonesia Tahun 2020 bernama Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho atau yang disapa Nadia. Setelah tampil sebagai salah satu dari lima kontestan terbaik  di Press Conference Miss Indonesia 2020 mendampingi pihak penyelenggara RCTI, kini saatnya Nadia meminta dukungan maksimal seluruh masyarakat NTT melalui vote Nadia, Miss Indonesia 2020 di Aplikasi RCTI Plus dan klik Nadia sebanyak-banyaknya.

Hal ini disampaikan langsung orang tua Nadia; Uly Riwu Kaho Sp, M.Si dan Bunda Roska saat jumpa media di Resto Palapa-Kupang pada Rabu (12/)2/2020) pukul 17.15 wita. 

Papa Nadia menceritakan bahwa setelah memenangi miss NTT 2019, akhir November 2019 Nadia diundang mengikuti audisi Miss Indonesia 2020 di Jakarta yang diselenggarakan RCTI sebagai penyelenggara resmi Miss Indonesia. Setelah mengikuti audisi, di pertengahan Desember 2019, RCTI melalui Suratnya nomor 147/WR/XII/2019 memberitahukan kepada Nadia bahwa Ia terpilih sebagai salah satu Finalis Miss Indonesia 2020 mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nadia pun harus mengikuti 15 hari masa karantina mulai tanggal 7 Februari hingga 21 Februari 2020 dan 2 hari pra-karantina yakni tanggal 5 dan 6 Februari 2020.

Nadia peserta Miss Indonesia 2020 yang merupakan puteri asli NTT. Anak kedua dari orang tua (Uly Riwu Kaho, Sp, M.Si dan ibunda Roska). Finalis Miss Indonesia itu lahir di Kupang pada 7 April Tahun 2000 dan bersekolah hingga mengikuti kompetisi Miss Indonesia 2020 ini ada di Kupang-NTT.

“Kami tentu bertanya dalam hati, apakah anak ini mampu tidak bersaing di tingkat Nasional dengan apa yang ia jalani selama di Kupang-NTT?  Ternyata apa yang ia jalani selama ini memenuhi standar yang ditetapkan oleh penyelenggara Miss Indonesia 2020,” ujar Ayah Nadia.

Baca Juga:  BNNP NTT Berhasil Di Bidang Pemberantasan Peredaran Narkoba

Menurut informasi penyelenggara, Lanjut sosok ayah berusia 45 tahun itu, pemenangnya akan dikirim ke 3 ajang bergengsi dunia yakni Miss World. Pemenang 2 dan 3 akan juga  akan dikirim untuk lomba di tingkat dunia.  Jadi tahun ini diberikan tambahan untuk pemenang 2 dan 3, dibanding tahun-tahun sebelumya, pemenang hanya satu saja yang dikirim ke tingkat internasional.

Persiapannya untuk ajang Miss Indonesia sudah dari tanggal 7 hingga 21 Februari 2020 (diKarantina). Sebelumnya juga Nadia secara intensif sudah dipersiapkan dari bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Lalu berangkat ke Jakarta pada tanggal 5 Februari 2020.

Tanggal 6 Februari 2020, ia melakukan persiapan penuh untuk masuk Karantina; termasuk mempersiapkan barang-barang kebutuhannya atau barang bawaannya, dan akhirnya Nadia masuk Karantina sejak tanggal 7 Februari 2020 hingga hari ini.

Terkait selama masih berada di Karantina, ada pemberitahuan dari pihak RCTI (yang dipimpin ibu Liliana Soedibyo) bahwa selama masa karantina/persiapan, peserta dan orang tua peserta serta pihak management dilarang untuk melakukan konferensi pers/publikasi apa pun terkait peserta Miss Indonesia 2020 selama belum ada press conference dari pihak RCTI. Bahkan komunikasi celular pun dibatasi.

“Tadi siang sudah dilakukan press conference di RCTI dan kami bangga. Kami bangga karena biasanya hanya 5 orang yang ditampilkan di press conference dan umumnya pemenang selalu 1 dari kelima kontestan yang dihadirkan dalam press conference. Kita juga senang dan bangga karena wakil kita dari NTT tadi siang yakni Nadia adalah salah satu dari 5 peserta yang duduk bersama penyelenggara dalam press conference Miss Indonesia 2020,” papar ayah Nadia dengan penuh semangat.

Sebagaimana dalam video Press Conference Miss Indonesia di RCTI, Nadia dengan sangat percaya diri dan lugas menjawab pertanyaan dari presenter RCTI tentang seberapa besar arti dan peran ibu bagi seorang Nadia hingga saat ini?

Baca Juga:  Bupati Nikodemus Rihi Heke Salurkan Sembako untuk Mahasiswa Asal Sabu di Kupang

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga  mewakili Nusa Tenggara Timur karena berkat dukungan dan didikan kedua orang tua saya, terlebih ibu saya. Saya ingat betul ibu pernah mengatakan bahwa seorang perempuan itu tidak hanya lembut dan tidak hanya cantik tetapi harus tegas terhadap dirinya sendiri dan juga terhadap orang lain. Yang paling penting saya bisa petik dari ibu saya adalah saya seorang  perempuan mampu mencintai orang lain, mampu menjaga orang lain tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang Nadia Riwu Kaho, seorang perempuan Nusa Tenggara Timur,” jawab Nadia disambut tepuk tangan penonton.

Selanjutnya Papa dan Bunda Nadia juga berharap Nadia berjuang, dan menurut mereka memang Nadia berjuang dan perjuangannya berat. Ia harus beraktifitas penuh dalam sehari. Dia harus bangun jam 4 pagi dan kemudian harus mempersiapkan make up, dan sebagainya dan stand by mulai jam 6 pagi untuk mengikuti kegiatan hingga jam 1 malam. Selesai ia tidak langsung tidur, tetapi ia harus mengerjakan beberapa tugas yang diberikan panitia. Jadi ia tidur sekitar jam 02.00 hingga jam 03.30 dan jam 4 pagi dia sudah harus bangun.

Papa Nadia juga bercerita bahwa selama persiapan Nadia, Pemerintah Provinsi dan Gubernur NTT betul-betul memberi perhatian yang luar biasa.

“Beliau (Gubernur Viktor Laiskodat) ikut mempersiapkan karena ini juga seiring dengan programnya tentang Pariwisata sebagai Prime Mover. Salah satunya ialah melalui ajang Miss Indonesia untuk memperkenalkan kepada daerah lain bahwa NTT memiliki SDM yang baik dan memiliki pemahaman tentang pariwisata,” tandas Papa Nadia.

Mengapa demikian karena merupakan salah satu aspek yang akan dinilai dalam ajang ini ketika talent challenge. Ia akan memperkenalkan budaya NTT dalam bentuk tarian dan bermain sasando. Jadi Nadia akan menari dan dalam menari ia teliti part-part yang mewakili pulau-pulau besar di NTT (seperti Sumba, Flores, Alor).

Baca Juga:  Drs. Petrus Boliana keraf Berpulang, KMH Kupang Nyatakan Turut Berduka Cita

Selain itu juga termasuk pemahaman tentang persoalan-persoalan humaniora seperti stunting dan trafficking dan sebagainya. Ini dipersiapkan dalam bentuk paper thematic dan Nadia sudah kerjakan/persiapkan semuanya.

“Tentunya kami meminta partisipasi dukungan seluruh masyarakat NTT karena kalau bukan sekarang kita mendukung, kapan lagi, dan kalau bukan kita masyarakat NTT, lalu siapa lagi yang akan mendukung. Karena ini akan sejalan dengan visi misi Gubernur; NTT bangkit, NTT sejahtera, kita tunjukkan bahwa NTT bisa bangkit dan sejajar dengan daerah lain. Terbukti bahwa anak kita lahir dan bersekolah hingga kuliah di NTT, ternyata kualitasnya tidak kalah bagus dengan mereka dari daerah lain. Karena di Miss Indonesia salah satu prime penilaian para juri adalah brain/smart-nya,” ujar papa Nadia.

Ayah kontestan Miss Indonesia asal NTT itu juga menceritakan telah mengikuti lewat video press conference Miss Indonesia 2020 di RCTI kelima peserta, termasuk Nadia performanya tidak main-main dan menunjukkan bahwa mereka benar-benar diikuti selama lima hari ini dan ditentukan bahwa Nadia pantas.

Menurut Ayah Riwu Kaho, semakin kita berprestasi ini akan mengangkat nama kita orang NTT, terutama perempuan NTT bahwa perempuan NTT hebat.

Terkait bentuk dukungan yang diharapkan dari masyarakat, Dosen sekaligus Pembantu Rektor III Universitas Persatuan Guru 45 (UPG  45) NTT itu menjelaskan bahwa sesuai informasi dari pihak official Miss Indonesia RCTI, masyarakat bisa memberi dukungan dengan mendownload aplikasi RCTI Plus di playstore HP android pribadi. Lalu klik pada bagian konten Miss Indonesia 2020, lalu cari foto dari wajah Nadia dan mem-vote Nadia, bisa berulang-ulang kali.

Papa dan Mama Nadia selaku orang tua Nadia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini sudah turut mendukung Nadia di ajang Miss Indonesia 2020 yakni Pemerintah Provinsi NTT, Bank NTT, Bank Christa Jaya, Bank Pitoby dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. (kos/tp)