Gubernur VBL Tiba di Tanah Malaka

oleh -458 views
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) akhirnya tiba di tanah Malaka, Minggu sore (09/02/2020). Sebelum tiba di rumah jabatan Bupati Malaka, Gubernur VBL disapa secara adat (Hase Hawaka).

MALAKA, suluhdesa.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) akhirnya tiba di tanah Malaka, Minggu sore (09/02/2020). Gubernur VBL dijemput para pimpinan OPD di Kabupaten Malaka dan Sekda Malaka, Donatus Bere, SH serta drum band anak SMA Negeri Harekakae. Nampak semarak dan antusias masyarakat di Kabupaten Malaka menyambut kedatangan Gubernur VBL. Sebelum tiba di rumah jabatan Bupati Malaka, Gubernur VBL disapa secara adat (Hase Hawaka) sembari diguyur rinai gerimis. Sesekali Gubernur VBL melepas senyum dan mengangguk-angguk kepala tanda mengerti dan memahami apa isi sapaan adat yang dituturkan para tetua adat.

Bupati Malaka dr. Stef Bria Seran, M.Ph menunggu di depan teras rumah jabatan bersama Kapolres Malaka AKBP Albert Neno dan Dandim Belu Letkol Inf. Ary Dwi Nugroho.

Sesuai jadwal nanti malam pukul 19.00 wita akan digelar Rapat Kerja Gubernur bersama Bupati Malaka, para Camat dan para Kepala Desa se Kabupaten Malaka. Nampak hadir sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Baca Juga:  Judi Viral di Malaka, Kapolres; Kita Proses, Tidak Ada yang Kebal Hukum

 Wisata Sejarah Malaka

Sebagaimana dirilis jurnalis Sergap.Id yang bertugas di Kabupaten Malaka, Oktavianus Seldi Ulu Berek mengacu, pada bahasa Tetum, Masin Lulik artinya garam yang keramat. Masin Lulik sudah eksis sejak ribuan tahun silam.

Secara teritorial Masin Lulik masuk ke dalam administratif Desa Litamali, Kobalima, Malaka. Banyak mitos berkembang terkait keberadaan destinasi ini.

Baca Juga:  Tak Dapat Bertemu Menkopolhukam, WNI Eks Tim-Tim di Belu Kecewa

Masyarakat setempat mengatakan Masin Lulik dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah. Orang yang sudah meninggal dunia dipercaya akan bertempat tinggal di Masin Lulik.

Kawasan ini familiar sebagai Foho Oan Tolu. Oleh karena itu, masyarakat sekitar kerap melakukan ritual adat di dalam kawasan Masin Lulik. Pada beberapa sisi lokasinya terlihat tulang belulang hewan tergantung.

Nuansa mistik Masin Lulik semakin membuat destinasi ini tampak eksotis. Kepercayaan masyarakat setempat memang demikian. Semua tentu harus dihormati.

Baca Juga:  Bupati SBS Imbau Masyarakat Malaka Tetap Ikuti Protap Kesehatan

Tradisi adat wilayah ini masih dijalankan secara rutin dan turun temurun. Warna tradisi ini tentu membuat Masin Lulik makin terlihat eksotis, apalagi pemandangan di sekitarnya sangat bagus.

Untuk menjaga kesakralan Masin Lulik, ada beberapa peraturan yang wajib dijalankan pengunjungnya. Setiap pengunjung diwajibkan melepaskan alas kakinya.

Alas kaki pun sudah harus dilepas begitu masuk ke areal terbuka Masin Lulik. Lebih penting lagi, pengunjung tidak diperkenankan berkata-kata kotor selama berada di dalam kawasan ini.

Ritual lain yang harus ditaati adalah menggantung ranting. Pengunjung diwajibkan menggantung beberapa ranting kayu pada pohon dalam kawasan Masin Lulik.

Kepercayaan di Masin Lulik ini terus terpelihara dengan baik. Berbagai keunikan tersebut tentu menjadi value besar bagi pariwisata dan menguatkan branding Masin Lulik sebagai destinasi terbaik. (Valeri Guru/Very)